Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
12 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
9 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Kemenpar Manfaatkan Momentum di ITE Hongkong (bagian-2)

Arief Yahya: Hongkong Sangat Strategis

Arief Yahya: Hongkong Sangat Strategis
Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya. (Muslikhin/ GoNews)
Rabu, 01 Juni 2016 18:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Apa sih yang membuat Menpar Arief Yahya selalu bersemangat begitu membucarakan Hongkong? Kota yang prnuh gedung pencakar langit itu menyimpan amunisi yang kuat untuk pariwisata.

"Hongkong itu kota yang lengkap. Ya sebagai financial service, kota investasi, kota hub (connector), kota pariwisata, kota perdagangan, dan lainnya," ungkap Menpar Arief Yahya.

Lalu apa yang membuatnya penting buat pariwisata Indonesia? “Hongkong itu sangat strategis bagi WonderfulIndonesia. Pertama, ada 60,8 juta wisatawan dalam setahun di Hongkong, 60%-nya berasal dari China Mainland. Mereka sudah berkumpul di Hongkong, dan mereka yang berwisata ke Hongkong itu adalah mereka yang level ekonominy tinggi," kata Arief Yahya.

Kedua, Hongkong menjadi kota hub, yang dekat dengan Macau, yang juga didatangi 35 juta wisatawan dan sama, terbesar dari China daratan. Kalau mau menjaring di kolam yang banyak ikannya? "Ya di Hongkong ini salah satunya, selain Singapore dan Dubai, ” kata Mantan Dirut Telkom yang pernah membawa BUMN Telekomunikasi itu labanya dobel dalam 2 tahun itu.

Kedua, lanjut Menpar, terus mencari lebih banyak direct flight Hongkong-Jakarta, Hongkong Denpasar, dan semua yang memungkinkan lebih banyak penerbangan dari Kota Sejuta Penantang Langit Biru itu. “Kita itu baru 37% direct flight menuju Indonesia dari berbagai originasi. Sisanya, 63% masih transit, bisa dari Singapore, KL, Hongkong.

Aksesibilitas kita masih terendah, dibandingkan dengan Thailand dan Malaysia yang rata-rata 80% direct flight. Ini persoalan teknis yang sedang kami kejar di Hongkong,” jelas Arief Yahya yang panen penghargaan dari media-media nasional itu.

Ketiga, Menpar terus menggelorakan Jalur Samudera Laksamana Cheng Ho, yang sudah diluncurkan 13 Desember lalu di Aceh. Sedikitnya 10 kota yang disinggahi Admiral beragama Islam dan dikenal dengan nama Haji Mahmud Shams atau dalam istilah Tiongkok Ma Sanbao itu. “Saya sudah tiga kali bertemu Chairman CNTA-China National Tourism Administration, Mr Li Jinzao. Kami sama-sama sepakat mengangkat jalur sutera, Silk Road dan jalur samudera Admiral Zheng-he (istilah China, red) ke Laut China Selatan sampai Indonesia,” ungkap Pengarang buku Paradox Marketing dan Great Spirit Grand Strategy itu.

Muhibah bahari terbesar dalam sejarah pelayaran dunia di abad 14-15 itu Cheng Ho membawa kapal panjang 138 meter, lebar 56 meter, dengan jumlah 62 buah ditambah 225 kapal berukuran lebih kecil. Awak kapalnya menurut sejarah ada 27.550, dan singgah di Aceh, Batam, Babel, Palembang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Tuban, Surabaya, sampai ke Bali.

Konon masih ada banyak pesisir yang dikunjungi Laksamana Cheng Ho, tetapi yang ini sudah pasti ada artefaknya. “Jalur Cheng Ho ini menjadi content marketing kami di Hongkong, untuk menggarap pasar Tiongkok. Istilahnya menangkap potensi wisman Tiongkok dari tempat mereka berwisata, Hongkong dan Macau satu paket,” tuturnya. Selesai (*/dnl)

wwwwww