Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
23 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
6 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Mendapat Label Wisata Halal, Serambi Mekkah Gelar "Wonderful Ramadan In Aceh"

Mendapat Label Wisata Halal, Serambi Mekkah Gelar Wonderful Ramadan In Aceh
Ilustrasi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (istimewa)
Selasa, 07 Juni 2016 04:34 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Diberikan label menjadi salah satu tempat wisata halal di Indonesia, membuat Provinsi Aceh terus mencari terobosan kreatif. Salah satunya dalam agenda menyambut bulan suci bagi umat muslim di Indonesia, bulan Ramadan, yang dimulai 6 Juni 2016 ini.

”Kami gelar lomba terkait Ramadan, untuk memantik wisatawan di bulan suci ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi kepada wartawan.

Reza mengatakan, acara tersebut akan dibuka dengan tema Wonderful Ramadan In Aceh. Dengan peserta lomba adalah Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Aceh dengan menunjukkan fotocopy KTP.

”Kita akan genjot ini di dunia maya, sama halnya dengan teknik yang digenjot oleh pak Menteri Pariwisata Arief Yahya yakni strategi POSE. Aceh kini terus berkembang menjadi lokasi wisatawan halal. Bahkan mesjid Jami Aceh saja sudah banyak didatangi wisatawan, hanya ingin melihat Mesjidnya saja. Ini kita harus jaga terus dengan berbagai teknik,” ujarnya.

Itu artinya, si peserta harus mimiliki akun Instagram dan Youtube, imbuh Reza. Karya video yang dikirimkan bersifat orisinil, tidak mengambil atau menjiplak buatan orang laon, tidak "mencuri" hasil kerja orang lain baik sebagian maupun keseluruhan. Selain itu, karya tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) dan pornografi, satu peserta hanya boleh mengunggah satu karya dengan durasi 2-3 menit sudah termasuk opening dan closing, Video yang diambil menggunakan kamera smartphone, DSLR, Mirrorless, dan sejenisnya dengan format full HD 1080x1920, Wajib upload video di Instagram berdurasi 1 menit (potongan dari video lengkap), dan video lengkap di upload ke akun Youtube masing-masing peserta dengan syarat link Youtube dicantumkan saat upload di Instagram.

Selain itu, masih kata Reza, follow dan tag akun Instagram @atwitlovers dan @disbudpar_aceh serta dengan tagar #thelightofaceh #halaltourism #RamadhandiAceh, peserta diperbolehkan menggunakan materi berupa musik atau lagu milik orang lain dalam karya videonya, namun harus seizin pemilik/free copyright, karya video menceritakan tentang suasana dan kegiatan Ramadhan di Aceh, karya video pemenang akan menjadi hak milik panitia dan dapat digunakan untuk publikasi pariwisata.

”POSE adalag paid media, own media, sosial media dan endorser. Semua sudah kami maksimalkan, dan kami akan genjot ini juga di sisi sosial media. Karena ini adalah bagian dari perjuangan kami mengangkst aceh menjadi wisata Halal di dunia,” kata Reza.

Reza menambahkan, penentuan pemenang berdasarkan penilaian juri dan tentunya dengan kriteria. "Nanti kita lihat kesesuaian dengan tema, pesan yang disampaikan dan teknik pengambilan gambar dan editing, Aceh hars terus mendunia salah satunya dengan menggunakan sosial media,” ujar Reza.

Untuk hadiah, Reza sudah siapkan. Untuk Juara I HD External Harddisk 500GB + merchandise, juara II Powerbank 16000mhA + merchandise, Juara III Tongsis Monopod + merchandise dan masih banyak lagi.

Menpar Arief Yahya gembira dengan inisiatif yang dilakukan Aceh untuk mempopulerkan timing Ramadan dengan aktivitas social media ini. Ada tiga poin yang bisa diambil manfaat dari event yang mereka gulirkan itu. "Pertama, mempopulerkan Aceh sebagai Halal Destination! Kedua, mempromosikan Aceh melalui media sosial. Ketiga, menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk mengambil point branding Aceh," kata Arief Yahya.

Agar lomba ini diikuti oleh banyak orang, maka harus dipromosikan baik di media sosial, maupun media digital. "Promosikan! Ini akan membuat Aceh makin mendunia," paparnya. (*/dnl)

wwwwww