Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Waspada! La Nina Bakal Menguat, Banjir dan Longsor Bakal Meningkat di Wilayah Barat Pulau Sumatera, Ini Analisanya

Waspada! La Nina Bakal Menguat, Banjir dan Longsor Bakal Meningkat di Wilayah Barat Pulau Sumatera, Ini Analisanya
Banjir rob di kawasan pantai di Kota Padang.
Rabu, 08 Juni 2016 16:21 WIB
Penulis: Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)
BMKG telah memprediksi bahwa La Nina berpeluang muncul mulai bulan Juli, Agustus, September (JAS) 2016 dengan intensitas lemah sampai Sedang .

Munculnya La Nina ini akan muncul fenomena Dipole Mode Negatif, dimana kondisi suhu muka laut di bagian Barat Sumatera lebih hangat dari suhu muka laut di Pantai Timur Afrika sehingga menambah pasokan uap air yang menimbulkan bertambahnya curah hujan untuk wilayah Indonesia Bagian Barat.

Kondisi dipole mode yang diprediksi akan menguat pada buli Juli hingga September dapat memicu bertambahnya potensi curah hujan di atas normal pada periode musim kemarau (Juli, Agustus, September) meliputi Sumatera Utara Bagian Barat, Sumatera Barat bagian Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa bagian Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawsi Tenggara, dan Papua.

Kondisi ini akan berdampak positif dan negatif. Banjir dan longsor berpotensi meningkat. Sedangkan kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan tidak akan sebesar tahun 2015. Selain faktor alam yang mendukung, antisipasi kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2016 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Koordinasi antara Pemerintah dengan pemda terus dilakukan dengan intensif. Bahkan BNPB telah menempatkan 2 helicopter dan 2 pesawat Air Tractor untuk pemboman air dari udara di Pekanbaru sejak April lalu. Hampir setiap hari helikopter dan pesawat tersebut melakukan pemadaman api di wilayah Riau.

Saat ini kondisi cuaca masih dalam musim pancaroba. Kejadian curah hujan ekterem banyak terjadi di beberapa wilayah sehingga menimbulkan banjir, longsor dan puting beliung. Berdasarkan data sementara, sejak 1/1/2016 hingga 7/6/2016 telah terjadi 978 kejadian bencana.

Dampak yang ditimbulkan adalah 154 orang meninggal, 233 luka-luka-luka, 1,68 juta jiwa menderita dan mengungsi, dan ribuan rumah rusak akibat bencana. Bencana hidrometerologi mendominasi kejadian bencana. Tanah longsor masih menjadi bencana paling mematikan dimana terdapat 53 jiwa orang meninggal. Sementara itu, 52 orang meninggal akibat banjir, dan 34 orang meninggal akibat banjir dan tanah longsor.

Sedangkan bencana geologi yaitu erupi gunungapi menyebabkan 9 orang meninggal akibat diterjang awan panas Gunung Sinabung.

Dibandingkan dengan kejadian bencana pada tahun 2015, secara umum kejadian bencana tahun 2016 relatif lebih sedikit. Begitu jumlah korban jiwa akibat bencana. Pada periode yang sama, kejadian bencana tahun 2015 terdapat 1.702 kejadian, 259 orang meninggal, dan 1,22 juta jiwa menderita dan mengungsi.

Diperkirakan pada musim penghujan akhir 2016 dan awal 2017 curah hujan akan lebih meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga potensi banjir, longsor dan puting beliung akan lebih meningkat.

Antisipasi menghadapi kemarau basah dan musim penghujan pengaruh La Nina perlu ditingkatkan sesuai dengan tingkat ancaman bencana yang meningkat pula. Sosialisasi juga perlu lebih digalakkan agar masyarakat memahami kondisi terkini terkait ancaman bencana yang akan dihadapi. ***

Editor:Calva
Kategori:Olympic, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww