Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
24 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
22 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
23 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
4
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
5
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Metropolitan
23 jam yang lalu
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
6
Gagal ke Semifinal, Ginting Ngaku Banyak Melakukan Kesalahan
Badminton
24 jam yang lalu
Gagal ke Semifinal, Ginting Ngaku Banyak Melakukan Kesalahan
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan DKI 1

Yorrys Raweyai: Dukungan ke Ahok Sudah Keputusan DPP dan Tinggal Diumumkan di Musda

Yorrys Raweyai: Dukungan ke Ahok Sudah Keputusan DPP dan Tinggal Diumumkan di Musda
Konfrensi Pers deklarasi Golkar mendukung Ahok. (Muslikhin/GoNews)
Selasa, 14 Juni 2016 18:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Plt Ketua Umum Partai Golkar DKI Jakarta mengungkapkan bahwa dukungan Partai berlambang beringin ke Ahok dalam pilkada DKI adalah merupakan keputusan final dari DPP Partai Golkar.

"Kita sudah berkomunikasi dengan nasdem dan Hanura serta TemanAhok. Jadi tinggal mengumumkan saja di Musda nanti. Mudah-mudahan ini bisa memberikan arti sediri bagi golkar dan bangsa Indonesia dalam Pilgub yang akan datang," ungkap Yorrys kepada GoNews Group, Selasa (14/06/2016) usai menggelar acara buka bersama di kawasan Senayan Jakarta.

"Jika ada yang berfikiran 2017 masih lama itu salah, karena dalam pilkada ini minimal kita sudah harus berbicarastrategi lima tahun. Kami sudah bicara visi kesejahteraan 2045 sejak 2010. Salah satunya bicara Pilgub ini," ujarnya.

Menurutnya proses dukungan ke Ahok tergolong lambat, karena punya masalah internal dan pembenahan Pengurus DKI akibat meninggal dinia, sehingga kata dia, baru bisa selesai munaslub dan konsolidasi.

"Bicara politik soal waktu dan momentum, aturan KPU dan tahapan itubukan terlalu cepat, tapi terlambat. Komunikasi kami baik denganahok dan teman ahok," katanya.

Lalu bagaimana proses komunikasi Golkar dengan Teman Ahok? "Itu strategi yang kita bangun, cukup efektif dan intens, kalau bicara kepentingan politik, momentum untuk merangkul generasi yang hampir satu juta pemilih pemula di DKI, saya rasa tidak masalah dengan teman Ahok," bebernya.

Selama ini kan yang mencuat pak Ahok akan memakai jalur independen, jadi kalau mau pakai partai politik alhamdulilah, tidak ada masalah. Yangpenting Golkar mendukung dia dengan seluruh pengurus DKI," pungkas dia. ***

wwwwww