Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
2 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
2 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
4
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
5
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
2 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
6
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Tito Dipilih Jadi Kapolri, DPR RI: Waspadai Gesekan di Internal Polri

Tito Dipilih Jadi Kapolri, DPR RI: Waspadai Gesekan di Internal Polri
Komjen Pol Tito Karnivan, sosok Jenderal muda calon Kapolri yang baru. (istimewa)
Rabu, 15 Juni 2016 15:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA- Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mengatakan, jika Komjen Tito Karnavian dilantik jadi Kapolri, gesekan di internal korps bhayangkara perlu diswaspadai.

"Saya rasa tidak ada yang meragukan kemampuan Tito. Hanya saja yang perlu dipikirkan dia masih tergolong muda sehingga tidak menimbulkan gesekan di dalam Mabes Polri," ungkapnya di Gedung DPR Jakarta, Rabu (15/6/2016).

Gesekan tersebut kata dia, perlu diantisipasi karena Jendral muda ini disebut akan melangkahi sejumlah seniornya dalam instansi Polri. Apalagi Tito akan melangkahi Jendral-jendral senior dengan jaringan politik yang luas.

"Kenapa harus dipikirkan karena banyak Jenderal di sana yang lebih berpengalaman, lebih senior dan miliki jaringan politik luas," tukasnya.

Setidaknya kata dia, baik Presiden, DPR, dan institusi Polri harus berkomunikasi dengan baik. "Iya kita berharap gesekan-gesekan itu tidak terjadi, tapi intinya harus ada komunikasi serius," pungkasnya. ***

wwwwww