Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Setiap Orang Swiss Makan Coklat 11 Kg Per Tahun

Setiap Orang Swiss Makan Coklat 11 Kg Per Tahun
Country Director Swisscontact Indonesia Manfred Borer menyampaikan arahan. [Rahmat Hidayat]
Kamis, 04 Agustus 2016 23:59 WIB
Penulis: Rahmat Hidayat

BIREUEN - Kebutuhan kakao di pasar internasional sangat tinggi. Di negara Swiss, ternyata setiap orang memakan coklat 11 kilogram per tahun. Sebab itu, kakao menjadi lahan bisnis sangat baik bagi petani di Aceh.

"Di Swiss, negara saya penduduk 8 juta, setiap orang makan coklat 11 kilogram per tahun. Ini bisnis yang baik bagi petani Aceh, tidak mau hidup kakao di Swiss," ujar Country Director Swisscontact Indonesia, Manfred Borer.

Dikatakannya saat penyerahan premium fee bagi petani kakao sertifikasi Aceh oleh Director PT JeBe Koko Malaysia Mark D Ching, Kamis (4/8/2016) di Gampong Bale Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Orang Indonesia penduduk lebih banyak, setiap tahun makan coklat 100 gram. Apabila makan coklatnya naik semakin besar kebutuhan. Jika hasil produksi tidak meningkat persediaan kakao tidak cukup.

Memenuhi kebutuhan kakao dunia dan meningkatkan pendapatan petani Aceh, pesan Manfred Borer, lahan kosong ditanami kakao, juga rambutan, pinang, kelapa untuk menambah pendapatan masyarakat.

Koperasi binaan diharapkan membuat pembibitan kakao yang bersertifikasi harus diproduksi dari kelompok dan bantu petani punya motivasi. Kalau harga jatuh karena kakao tidak mau dirawat, ini butuh waktu dua hingga tiga tahun tingkatkan lagi produktivitas kakao. "Jangan lupa rawat agar dapat harga jual tinggi," pesannya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh, Badminton, Ekonomi
wwwwww