Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
14 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
10 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Cemilan Bikini Kreatif Tapi Tidak Mendidik, DPR Minta BPOM dan Disperindag Bertanggungjawab

Cemilan Bikini Kreatif Tapi Tidak Mendidik, DPR Minta BPOM dan Disperindag Bertanggungjawab
Anggota Komisi IX DPR, Okky Asokawati. (dok.Pribadi)
Jum'at, 05 Agustus 2016 12:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR, Okky Asokawati turut mengkritik produk makanan kecil Bihun Kekinian atau Bikini yang beredar di kalangan anak-anak. Apalagi makanan tersebut ternyata juga tak memiliki izin edar.

DariĀ segi tagline dan gambar dinilainya sangat tidak tepat. "Kreativitas semestinya tetap dilandasi norma dan aturan yang berlaku. Merek unik mestinya tidak jorok," kata Okky kepada wartawan, Jumat (5/8).

Apalagi diketahui, merek dagang "Bikini" belum mengantongi izin dari instansi terkait.Menurut dia, pemerintah harus lebih intensif memberikan edukasi kepada pelaku kreatif di berbagai lini usaha, agar mereka tetapĀ  memperhatikan orma dan aturan main sesuai kaidah yang berlaku.

"Stakeholder terkait seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), BPOM dan pemerintah daerah (Pemda) agar senantiasa bersinergi memberikan pembinaan terhadap kelompok-kelompok kreatif," terangnya.

"Kreativitas anak negeri harus didorong untuk maju, namun tetap mengemban misi edukasi kepada publik," lanjut mantan peragawati itu.

Bukan hanya itu, dia juga mendesak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sebagai otoritas yang bertanggungjawab terhadap produk makanan dan minuman yang beredar baik di pasar offline maupun online, untuk meningkatkan sensitivitasnya.

"Di tengah pesatnya bisnis online seperti seperti saat ini, semestinya pengawasan BPOM jauh lebih ditingkatkan dan menerapkan terobosan-terobosan signifikan," tukasnya. (***)

wwwwww