Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
11 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
10 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
10 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
14 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Bikin Kagum, 'Pengamen' Kafe di Pekanbaru Ini Ternyata Seorang Polisi Berpangkat Bripka

Bikin Kagum, Pengamen Kafe di Pekanbaru Ini Ternyata Seorang Polisi Berpangkat Bripka
Aksi Candra saat main di salah satu kafe di Pekanbaru, (Foto: Chairul Hadi)
Sabtu, 06 Agustus 2016 20:21 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Pria bernama Candra Ilyas ini sekilas tampak tidak berbeda dari musisi lainnya. Skil bermain gitar yang dikolaborasikan suara 'renyah' membuat sejumlah pengunjung, mulai dari warung kaki lima dan kafe-kafe di Kota Pekanbaru, Riau terpukau.

Tapi siapa sangka, ayah dua orang anak itu ternyata polisi reserse kriminal dengan pangkat Bripka, dan berdinas di Kota Pekanbaru. Jadi pantas saja kalau tampang dan penampilannya jauh dari perawakan abdi negara lainnya, yang biasa cepak-cepak.

Jumat (5/8/2016) malam, Candra kebetulan main di salah satu kafe dibilangan komplek Sudirman Square, Pekanbaru. Dia terlihat fokus dengan gitarnya sambil memainkan beberapa lagu, mulai lokal hingga mancanegara bersama beberapa rekannya.

Pengunjung pun larut. Sesekali terdengar juga tepukan tangan dari mereka yang kebetulan menghabiskan akhir pekan di kafe itu. Namun rupanya suguhan ini belum cukup. Candra lalu berdiri dan mengambil mic. Ya, ini gilirannya pamer suara sambil bermain gitar.

Whosaah! Lagi-lagi pengunjung kagum. Ada yang berbisik-bisik sambil memuji, dan sisanya menganggap itu wajar, sebab Candra adalah seniman. Padahal di balik itu, keseharian Candra kerap bergelut dengan yang namanya penjahat.

Itu baru diketahui usai dirinya perform. Tiba-tiba saja Candra menghampiri meja GoRiau.com, yang kebetulan bersama salah seorang Perwira Menengah (Pamen) Kepolisian. Tanpa aba-aba, pria ini memberi hormat ala aparat. Oh ternyata, dia seorang polisi.

"Sekali seminggu saja buat melepas hobi. Kalau diikuti semua tawaran bisa bahaya, tugas (polisi) saya bisa keganggu. Secara pribadi justru saya membatasi diri, kalau lepas dinas aja baru main kayak sekarang, dan hanya malam hari," buka Candra berbincang dengan GoRiau.com.

Ia menyebut ini ngamen, sebab Candra juga pernah merasakan main di kaki lima seputaran Kota Pekanbaru dengan teman-temannya. Jangan tanya soal materi, karena hasilnya mesti dibagi-bagi. Untung kalau lagi ramai, jika tidak, uang keringat hasil main itu habis buat makan di jalan.

"Paling mahal pernah dibayar Rp500 sekali manggung, itu event. Kalau paling kecil pernah Rp50 ribu. Itu jaman sudah jadi polisi. Nah dulu sebelum jadi polisi pernah dibayar makan aja. Tapi tetap ini rejeki," singkat pria kelahiran Palembang itu.

Sebab itu ia tidak terlalu hitung-hitungan. Baginya bermusik adalah kesukaan. "Kalau polisi itu pilihan, tapi kalau bermusik itu bagian dari hidup manusia, termasuk saya, tak akan bisa lepas dari yang namanya musik. Itu bagian hidup," yakin Candra sambil tersenyum. ***

Kategori:Badminton, PON
wwwwww