Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
13 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  PON

Pascatemukan Tengkorak, Supardi Tidur di Rumah Mertua

Pascatemukan Tengkorak, Supardi Tidur di Rumah Mertua
Supardi, penemu tengkorak manusia di Gampong Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. [Jamaluddin Idris]
Sabtu, 06 Agustus 2016 16:18 WIB
Penulis: Jamaluddin Idris
LHOKSUKON – Malam pertama pascamenemukan tengkorak manusia, Jumat (5/8/2016), keluarga Supardi, (38), warga Gampong Samakurok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara mengaku merinding. Anak Supardi yang masih kecil juga menangis meminta untuk tidak tidur di rumahnya.

“Anak saya menangis habis-habisan mungkin karena takut. Semalam kami terpaksa tidak tidur di rumah,” kata Supardi saat ditemui GoAceh di Pantonlabu, Sabtu (6/8/2016).

Semalam, (Jumat), sekitar pukul 22.00 WIB, ayah satu anak asal Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa itu terpaksa membawa anak dan istrinya Yusnidar, (32) untuk tidur di rumah mertua.

“Saya tidur di rumah mertua saya di Gampong Seuneubok Pidie, Kecamatan Madat, Aceh Timur. Kalau pun saya tidur di rumah sendiri kan gak mungkin anak saya nangis-nangis terus. Katanya takut dengan tengkorak yang kemarin,” kata buruh bangunan itu.

Seperti diberitakan GoAceh sebelumnya, tengkorak manusia yang terbungkus karung itu ditemukan oleh Supardi di belakang rumahnya saat ia menggali lubang untuk membuat kakus. Lubang yang digali itu jaraknya sekitar 25 meter dari arah rummahnya.

Kini, tengkorak manusia tersebut sudah dibawa ke RSU Cut Mutia Lhokseumawe untuk diperiksa. Menurut penuturan Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Teguh Yano Budi, tengkorak manusia itu dibawa oleh pihak Polres ke RSUCut Mutia dibantu oleh petugas medis Puskesmas kecamatan setempat.

“Jika terbukti identitasnya, tengkorak mayat itu akan diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Teguh kemarin.

Kategori:PON
wwwwww