Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Saat ini, Tour de Singkarak Terpopuler di Dunia

Saat ini, Tour de Singkarak Terpopuler di Dunia
Para pebalap TdS finis Etape VIII (terakhir) di Kawasan Muaro Lasak Pantai Padang, Minggu (14/8/2016). (Humas)
Minggu, 14 Agustus 2016 17:24 WIB

PADANG – Balap sepeda berskala internasional, Tour de Singkarak (TdS) ternyata cukup diketahui oleh banyak orang. Tidak saja dikenal di skala nasional maupun asia, akan tetapi juga sampai ke seluruh dunia.

“Kali ini saya sampaikan bahwa TdS terpopuler di dunia saat ini,” terang Asisten Deputi Kementerian Pariwisata, Raseno Arya pada penutupan TdS 2016 di Pantai Muaro Lasak, Padang, Minggu (14/8/2016).

Disebutkan Raseno, TdS lebih populer lagi dibanding balap sepeda internasional lain yang digelar di Italia, Spanyol dan negara lainnya. Bahkan, dikatakan Raseno, TdS juga termasuk terbanyak kelima pengunjungnya.

“TdS lima di dunia pengunjung terbanyak. Pertama ‘Tour de France’, kemudian diikuti negara lain dan kita yang kelima,” paparnya.

Raseno menekankan agar tren positif ini dapat dipertahankan. Menurutnya, TdS merupakan acuan bagi daerah lain yang menyelenggarakan iven serupa seperti Tour de Siak, dan lainnya.

“TdS telah menjadi inspirasi bagi banyak tour yang ada,” ungkapnya.

Raseno juga menyebut bahwa TdS 2016 ini termasuk tersukses dibanding pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, untuk pelaksanaan di tahun-tahun selanjutnya akan terus dimatangkan lagi. “TdS akan tetap dilangsungkan tahun depan,” sebutnya. (Charlie/Mursalim)

Editor:Calva
Kategori:Sumatera Barat, Badminton, Non Olympic
wwwwww