Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

10 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Madinah, 3 dari Aceh

10 Jemaah Haji Indonesia Meninggal di Madinah, 3 dari Aceh
Ilustrasi [Andhika Akbarayansyah]
Jum'at, 19 Agustus 2016 09:11 WIB
MADINAH - Ada dua jemaah haji Indonesia yang wafat pada 17 Agustus 2016 di Madinah. Dengan demikian, total jemaah yang meninggal dunia hingga saat ini adal 10 orang, dan tiga di antaranya jemaah asal Aceh.

Berdasarkan data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Kamis (18/6/2016), tercatat ada dua jemaah yang meninggal kemarin. Mereka adalah Juani bin Mubin Ben (61) dari Kloter 006 Embarkasi Aceh dan Asma binti Mian (78), kloter 001 Embarkasi Padang. Keduanya wafat karena ada masalah jantung.

Berikut data lengkap jemaah yang wafat berdasarkan data terakhir:

1. Senen bin Dono Medjo (79). Kloter 007 Embarkasi Surabaya .
2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Kloter 002 Embarkasi Banda Aceh. 
3. Martina binti Sabri Hasan (47). Kloter 006 Embarkasi Batam.
4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Kloter 004 Embarkasi Banda Aceh.
5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Kloter 18 Embarkasi Solo.
6. Sarjono Bin Muhammad (60). Kloter 006 Embarkasi Batam.
7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Kloter 003 Embarkasi Jakarta-Bekasi. 
8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Kloter 001 Embarkasi Padang.
9. Juani bin Mubin Ben (61). Kloter 006 Embarkasi Banda Aceh.
10. Asma binti Mian (78). Kloter 001 Embarkasi Padang.

Para jemaah yang wafat ini akan dibadalkan hajinya oleh pemerintah. Semua jemaah yang wafat mulai dari embarkasi sampai sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah akan dibadalkan tanpa ada biaya tambahan apa pun yang dikenakan kepada keluarga.

Kasi Bimbingan Ibadah Daker Makkah Tawwabuddin, Selasa (16/8/2016), menjelaskan bahwa berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah No 456 tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan safari wukuf dan badal haji, semua jemaah haji yang meninggal sebelum wukuf akan dibadalhajikan. Ini termasuk jemaah yang berada di asrama, embarkasi, sampai berada di Saudi.

"Jadi keluarga tak perlu ragu atau bimbang. Insya Allah semua jemaah yang wafat akan dibadalkan pemerintah," kata Tawwab. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:detik.com
Kategori:Aceh, Badminton, PON
wwwwww