Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Ketua DPR Setuju Harga Rokok Rp50 Ribu Perbungkus

Ketua DPR Setuju Harga Rokok Rp50 Ribu Perbungkus
Ilustrasi harga rokok. (GoNews.co/Muslikhin)
Jum'at, 19 Agustus 2016 14:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rencana kenaikan harga rokok per bungkus Rp50 ribu disambut baik kalangan anggota parlemen. Bahkan Ketua DPR Ade Komarudin, mengaku setuju dengan harga tersebut.

Alasanya kata Akom (panggilan Ade Komarudin) dengan naiknya harga rokok menjadi Rp50 ribu, diharapkan bisa mengurangi konsumsi masyarakat.

"Saya setuju dengan kenaikan harga rokok. Itu sekaligus untuk mengurangi konsumsi masyarakat, agar rokok tidak lagi menjadi musuh bangsa," ujarnya kepada GoNews.co di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Jumat (19/08/2016).

Selain alasan kesehatan, kata Akom, dengan naiknya harga rokok minimal bisa mengurangi daya konsumsi sambil menunggu masyarakat benar-benar menghindari atau berhenti merokok. "Sisi lainya tentu, secara otomatis juga menambah pendapatan negara yang sekarang ini memang kita butuhkan. Dengan menambah penerimaan atau pendapat negara, juga salah satu langkah baik mencegah bahannya merokok," tukasnya.

Ditanya apakah tidak akan berpengaruh terhadap petani tembakau, Akom menjawab tidak. "Saya yakin tidak akan mengganggu petani tembakau, kan yang naik harga rokoknya, otomatis tembakau juga bisa naik dong," paparnya.

Lalu apakah dengan naiknya harga rokok, cukai turut dinaikkan? "Kalau harga naik maka akan naik cukainya, nah ini kan bagian menaikkan pendapatan negara juga. Secara otomatis menolong APBN kita supaya kuat dimasa mendatang," urainya.

"Saya kira belum tentu konsumen rokok akan menurun jika rokok dinaikkan," pungkasnya. (***)

wwwwww