Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
17 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton
Pesona Jalur Kuansing 2016

Pembuka Iven Pacu Jalur, Pemkab Kuansing Libatkan 750 Orang dalam Persembahan Tari Kolosal 'Mangonji'

Pembuka Iven Pacu Jalur, Pemkab Kuansing Libatkan 750 Orang dalam Persembahan Tari Kolosal Mangonji
Persembahan tari Mangonji dari Pemkab Kuansing, pada pembukaan Iven Pacu Jalur Kuansing. (humas untuk GoNews)
Kamis, 25 Agustus 2016 12:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ada nuansa berbeda dalam pembukaan Iven Pacu Jalur Kuansing 2016. Dimana tahun ini acara pembukaan disuguhkan tarian Kolosal "Mangonji" yang melibatkan 750 orang penari.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, (Kadisparekraf) Fahmizal Usman kepada GoRiau.com (GoNews Group) mengatakan, tarian kolosal "Mangonji" adalah bertujuan merajut silaturahmi.

"Tarian ini merupakan persembahan dari Pemerintah Kabupaten Kuansing. Yang sengaja melibatkan 750 orang penari, dimana mereka menggambarkan keeratan dalam menjalin hubungan silaturahmi masyarakat, Mangonji juga menggambarkan, pembuatan makanan khas Kuansing yakni Konji Barayak, dimana masyarakat terlihat kompak saat proses memasaknya," ujar Fahmizal Usman.

Tarian ini juga dipadu dengan aransemen musik karya anak bangsa dan karya dari anak pribumi Melayu Riau. "Ini sesuatau yang membanggakan dan menarik, karena yang terlibat adalah putra-putri daerah dengan dukungan seniman melayu yang ditaja Pemkab Kuansing, bekerjasama dengan Disparekraf riau," tukasnya.

"Dengan adanya tarian ini, kita berharap keberlangsungan iven Pacu Jalur terus langgeng dengan terjalin erat silaturahmi dari semua kalangan," timpalnya.

Selain itu, tarian ini juga sangat menghibur masyarakat dan wisman yang hadir. "Jadi bukan hanya Pacu Jalurnya saja yang dapat dinikmati pengunjung, seperti tadi malam juga ada hiburan rakyat yaitu Randai, dimana 10 ribu pasang mata turut menyaksikan, dan hari ini ratusan ribu orang juga menikmati tarian tersebut. Ini merupakan salah satu hiburan pendukung selain acara utamannya yakni Pacu Jalur, jadi bisa dikatakan alternatif bagi pengunjung," pungkasnya. (*/dnl)

wwwwww