Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
22 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
3
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
22 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
4
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
22 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
5
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
21 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
6
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Peristiwa
22 jam yang lalu
Islam Kembali Dihina, Muhammadiyah Imbau Umat Muslim Tidak Terpancing
Home  /  Berita  /  GoNews Group

POKJA MPM Desak Kapolri Usut Tuntas Kasus Human Trafficking di NTT

POKJA MPM Desak Kapolri Usut Tuntas Kasus Human Trafficking di NTT
Foto: dok Metrotvnews.com
Kamis, 25 Agustus 2016 12:33 WIB
Penulis: Ordoriko
JAKARTA - Maraknya Kasus Human Trafficking di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi atensi dari berbagai kalangan.

Sebelumnya Polda NTT telah membongkar jaringan perdagangan manusia (human trafficking) yang melibatkan tujuh jaringan.

Ketujuh jaringan perdagangan manusia yang berhasil dibongkar tersebut adalah kelompok jaringan YLR, WFS/D, ST, YN, NAT/SN, MF dan YP.

Terkait hal tersebut Koordinator Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia (POKJA MPM) ,Gabriel de Sola mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk usut tuntas kasus yang merendahkan martabat manusia tersebut.

"Saya mendesak Kapolri untuk usut tuntas dan proses hukum pelaku dan auktor intelektualis Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Indonesia khususnya NTT," ujar Gabriel kepada GoNews.co, Kamis (25/8/2016).

Lanjut Gabriel, pihaknya juga meminta Kapolri supaya kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk usut dan proses hukum TPPO di Negeri Jiran.

"Kami juga mendesak Jaksa Agung copot Kejati NTT karena membiarkan penanganan perkara TPPO di NTT," tegasnya.

Diketahui, salah satu tersangka pelaku human trafficking yang kini ditahan aparat Polres Kupang mengungkapkan fakta miris. Ada agen perekrut TKI ilegal asal Surabaya yang menukarkan satu unit mobil jenis Daihatsu Xenia dengan 20 orang calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal NTT.

Para calon TKW ilegal itu dibawa untuk bekerja di Sumatera Utara dan Malaysia. Pengakuan para tersangka pelaku tersebut disampaikan Kepala Kapolres Kupang AKBP Adjie Indra Dwiatma pada Selasa (23/8/2018).

Adjie mengatakan, para tersangka mengaku harga jual calon TKW asal NTT di Malaysia bervariasi mulai dari Rp 4,5 juta hingga Rp 27 juta.

"Harga jual calon TKW ini paling murah sebesar Rp 4,5 juta per orang. Selain itu, ada juga harga Rp 9,5 juta per orang, Rp 12,5 juta per orang, dan yang paling mahal Rp 27,5 juta per orang. Ada persaingan dalam perdagangan anak. Jika ada yang (menawar) lebih mahal, mereka menjual ke situ," ujar Adjie.

Harga para calon TKI ini, lanjut Adjie, sama seperti hukum pasar, yakni ketika stok calonTKW tidak ada maka harga akan mengalami kenaikan.

"Anak-anak asal NTT yang berusia rata-rata 15 sampai 16 tahun ini sama seperti sapi yang dijual di pasar, tergantung perusahaan yang membutuhkan. Jika ada tawaran yang lebih mahal, maka mereka (pelaku perdagangan orang) akan menjualnya ke situ. Para pelaku akan mencari untung yang sebesar-besarnya," ungkapnya. (***)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur

wwwwww