Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
9 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
22 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
4 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Tragedi Berdarah di Kepulauan Meranti, Kapolri: Jika Terbukti Salah Prosedur, Saya Tak Segan-segan Berikan Sanksi

Tragedi Berdarah di Kepulauan Meranti, Kapolri: Jika Terbukti Salah Prosedur, Saya Tak Segan-segan Berikan Sanksi
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (istimewa)
Jum'at, 26 Agustus 2016 19:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan bakal menindak anggotanya jika terbukti melakukan pelanggaran terkait dengan tewasnya tenaga honorer Dispenda Pemkab Meranti, Apri Adi Pratama (24) di Polres Meranti.

Tito mengatakan, bila ada dugaan pelanggaran, maka Polri bakal melakukan proses hukum baik secara internal kepolisian maupun proses pemidanaan.

"Ini berarti melanggar commander wish saya yakni idak boleh melakukan tindakan eksesif, tindakan kekerasan yang berlebihan. Apalagi kepada tersangka yang sudah menyerah yang sudah dikuasai," kata Tito saat ditemui wartawan di Kompleks Mabes Polri, Jumat (26/8/2016).

"Saya tidak akan segan-segan untuk meminta kepada anggota yang bersangkutan diproses hukum," imbuh Tito.

Sebelumnya telah diberitakan di GoNews.co, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane menilai bentrokan yang terjadi di Mapolres Kepulauan Meranti, Riau antara warga dengan anggota kepolisian yang mengakibatkan satu orang tewas, menunjukkan institusi korps Bayangkara tidak pernah berubah dan tidak profesional, padahal elit-elit Polri selalu beretorika bahwa perubahan sudah dilakukan oleh jajaran kepolisian.

Seperti diketahui, seorang warga Selatpanjang tewas dalam bentrokan berdarah di Mapolres Kep. Meranti, hari Kamis (25/8/2016).

Bentrokan ini adalah buntut dari tewasnya Apri Andi Pratama (24), pegawai honorer Pemkab Meranti setelah menikam seorang anggota polisi Brigadir Aidil S Tambunan hingga tewas.

"Tewasnya tersangka di Mapolres Kep. Meranti semakin menunjukkan bahwa sesungguhnya kantor polisi bukanlah tempat yang aman bagi pencari keadilan. Semangat pelayanan, mengayomi dan melindungi yang menjadi jargon Polri adalah sebuah jargon kosong yang jauh dari kenyataan," pungkas Neta S Pane. (***)

wwwwww