Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
11 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
6 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
6 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Badminton

Inuman - Cerenti Kembali Memanas, Jalur Sijontiak Disandera

Inuman - Cerenti Kembali Memanas, Jalur Sijontiak Disandera
Senin, 29 Agustus 2016 21:07 WIB
Penulis: Wirman Susandi
CERENTI - Ribuan orang sedang berkumpul di Mapolsek Cerenti, Senin (29/8/2016) malam. Mereka bersiap-siap untuk datang ke Kecamatan Inuman, karena jalur Sijontiak Lawuik PT RAPP disandera oleh masyarakat setempat.

"Ada sekitar 3.000 orang yang berkumpul, kami akan menjemput jalur kami," ujar Afrizal, seorang warga Cerenti saat dihubungi GoRiau.com.

Kembali memanasnya hubungan antara Cerenti dan Inuman ini tidak terlepas dari kerusuhan yang terjadi saat pacu jalur di Tepian Narosa, Sabtu (27/8/2016) lalu.

Kabarnya, masyarakat Inuman tidak terima karena jalurnya dirusak oleh massa yang menonton pacu jalur. Seperti yang diberitakan sebelumnya, kerusuhan berawal dari saling ejek antara sporter Sijontiak Lawuik dan pemacu Dewa Ruci Arung Samudera dari Pulau Sipan Inuman.

Dari kerusuhan ini, sedikitnya enam orang mengalami luka serius akibat lemparan batu. Tidak hanya itu, masyarakat yang geram langsung mengincar jalur Dewa Ruci. Akibatnya, jalur tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kemudian, pihak panitia langsung mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai. Ditambah dengan pihak korban, dalam hal ini masyarakat Sentajo Raya yang terkena lemparan batu.

Salahsatu isi poin perjanjian tersebut menyatakan bahwa jika ada terjadi persoalan di kemudian hari, maka akan diproses secara hukum. Kendati demikian, sepertinya masyarakat Inuman mengabaikan perjanjian damai tersebut.

"Ayo, kita jemput jalur kita. Ngapain kita di sini (Mapolsek) lagi," terdengar suara gaduh dari Cerenti ketika GoRiau.com menghubungi warga di sana.***

wwwwww