Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Wonderful Indonesia 2016

Berani Trek Menantang? IKuti Bromo Marathon 2016

Berani Trek Menantang? IKuti Bromo Marathon 2016
Ilustrasi. (net)
Rabu, 31 Agustus 2016 11:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sepuluh destinasi prioritas yang ditetapkan Kementerian Pariwisata terus berlomba-lomba unjuk gigi ke dunia international. Kali ini giliran pesona Bromo Tengger Semeru (BTS) Jawa Timur.

Gunung yang bertengger di 4 Kabupaten, Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang Jawa Timur itu akan menggelar Sport Tourism bertajuk Bromo Marathon 2016 yang bakal digulirkan tanggal 4 September 2016, mendatang.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kegiatan sport tourism yang berskala internasional itu. "Saya yakin kalau sudah datang ke Bromo Tengger Semeru, mereka akan datang lagi di kemudian hari. Ada survei yang mengatakan begitu, 60 persen akan datang lagi, untuk eksplorasi lebih lama. Itulah sport tourism yg bersentuhan langsung dengan alam dan budaya," kata Arief Yahya.

Tentu saja, bagi Anda pecinta lari sekaligus penikmat keindahan alam Indonesia, perhelatan ini sangat asik, sangat menantang dan laik diikuti. Ratusan pelari dari berbagai negara akan menjajal Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BTS) yang kecantikannya tak diragukan lagi.

”Pageleran ini juga didukung oleh Kabupaten Pasuruan. Ada tiga kategori lari yang dipertandingkan, yaitu: 10 K, full marathon dan half marathon. Pada full marathon, peserta akan memulai di ketinggian 1758 m dpl hingga 2469 m dpl. Rutenya dimulai dari Desa Tosari Tegger, kemudian memutar mengelilingi beberada desa di sekitar Gunung Bromo. Ini juga tentunya menjadi bagian peningkatan Pariwisata di 10 destinasi prioritas,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur, Jarianto.

Menurut Jarianto, peserta akan menjumpai keheningan dan kesakralan desa lewat rumah-rumah ibadah yang terdapat di Bromo, sekaligus ditantang dengan trail yang cukup sulit ketika sampai di Desa Banyumenang. ”Petualangan itu berlanjut melewati hutan di Desa Ngadiwono untuk menuju Desa Mororejo Ngawu, kemudian berakhir di Desa Tosari. Pelari akan diiiringi dengan keindahan alam kami,” katanya dengan logat Jawa Timuran yang khas.

Pada tahun lalu, panitia sukses mengumpulkan 1.534 pelari dari 31 negara. Bromo Marathon 2015 juga diklaim sebagai salah satu kompetisi lari terbaik di Asia. Kata Jarianto, kegiatan ini sebagai salah satu event tahunan di Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan destinasi wisata yang memadupadankan olah raga dengan wisata yang diikuti dari berbagai negara di dunia.

Dia mengatakan, setiap peserta Bromo Marathon akan mendapatkan pengalaman berwisata yaitu petualangan dan olahraga secara bersamaan karena rute Bromo Marathon akan melewati wilayah pedesaan di sekitar Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru yang menyuguhkan pemandangan alam indah.

"Seluruh rute tersebut memberikan keragaman medan menantang karena setengah rute di jalan beraspal dan setengah di jalan setapak, dengan ketinggian bervariasi antara 1.950 meter hingga 2.750 meter,” jelasnya.

Menurut dia, kegiatan yang sudah berjalan tiga kali tersebut, diharapkan bisa meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Pasuruan dan akan lebih banyak lagi peserta dari beberapa komunitas atau pecinta lari di dunia yang bisa bergabung dalam Bromo Marathon.

Selain itu, imbuh Jarianto, pada kategori half marathon garis start dan finish berada di Desa Tosari. Rute mengkombinasikan berbagai keadaan jalan dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, berikut beberapa lembah dengan ketinggian 1900-2400 m dpl.

”Sementara itu, untuk 10 K, titik start berada di Desa Tosari Tengger dan kembali finish di tempat yang sama, hanya saja ketinggiannya hanya sekira 1700-1975 m dpl. Pada nomor ini, pelari akan melewati trek menanjak untuk memasuki desa kecil di Podokoyo, juga pasar tradisional Tengger. Sungguh mempesona bagi pelari dan mereka akan bercerita keindahan kita,” jelasnya.

Lebih lanjut Jarianto mengatakan, Bromo Marathon tidak hanya sekadar kompetisi tapi juga semangat dari komunitas untuk visi dan misi yang luar biasa. Bromo Marathon bisa terselenggara berkat keterlibatan anggota-anggota komunitas lari yang ingin mengadakan event untuk mengembangkan edukasi, kesehatan dan perekonomian penduduk setempat.

”Sejauh ini, Bromo Marathon tidak hanya menyuguhkan lansekap yang menarik dan medan yang menantang tapi juga membawa peserta untuk melihat langsung bagaimana kehidupan masyarakat Bromo sehari-sehari berikut budaya Tengger mereka yang unik. Yuk daftar dan datang ke Bromo, " ujarnya. (*/dnl)

wwwwww