Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
4 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
3 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
4
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
5
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Mualem Bahas Kerjasama dengan Investor asal China

Mualem Bahas Kerjasama dengan Investor asal China
Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima cenderamata dari Sekretaris Asosiasi Investor China, David San, di Bandara Kualananamu, Selasa (30/8/2016) sore.
Rabu, 31 Agustus 2016 15:04 WIB

MEDAN - Belasan investor asal China yang tergabung dalam Asosiasi Investor China menggelar pertemuan dengan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/8/2016) sore.

Dalam pertemuan tersebut, David San, yang merupakan Sekretaris Asosiasi Investor China, menyampaikan komitmennya untuk berinvestasi di Aceh. “Saya sangat beruntung, dapat bertemu dengan Bapak Muzakir Manaf. Asosiasi kami yang terdiri atas 18 perusahaan, sangat antusias untuk berinvestasi di Aceh,” kata David San.

Pertemuan terpaksa dilakukan secara singkat di Bandara Kuala Namu karena Wakil Gubernur akan menuju Jakarta untuk urusan kedinasan setelah sebelumnya melakukan serangkaian kunjungan kerja di Kota langsa.

David San memanfaatkan momen singkat tersebut untuk menjadwal ulang pertemuan selanjutnya, untuk membicarakan lebih jauh terkait komitmen Asosiasi Perusahaan China di Bumi Serambi Mekah.

“Meski singkat, saya puas dengan pertemuan ini, kami dapat mengagendakan pertemuan selanjutnya untuk membicarakan lebih rinci rencana investasi strategis antara Aceh dan China. Sudah lebih sebulan saya berusaha mengatur pertemuan dengan Mualem, namun kami tentu saja sangat memaklumi padatnya jadwa beliau selaku Wakil Gubernur,” ujar David.

David menjelaskan, 18 perusahaan tersebut bergerak di bidang perikanan, kontruksi, jembatan, jalan, perbankan, alat berat, pembangkit listrik, dan pertambangan timah. Untuk pertambangan timah yang sudah sangat berpengalaman, saat ini perusahaan tersebut sedang melakukan aktivitas penambangan di Kepulauan Riau, mulai dari pengambilan hingga pengolahan setengah jadi yang disuplai ke indonesia, seperti Lampung dan di ekspsor ke luar negeri, seperti China.

Pertemuan singkat tersebut difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat China di Medan dan Wen Rimba Raya. Sebelum berpisah, David San juga menyerahkan cenderamata berupa ukiran burung elang berbahan dasar kayu kepada Mualem.

Mualem dan Komitmen Mengundang Investor

Sebagaimana diketahui, sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf aktif melakukan pertemuan dengan sejumlah investor, baik dalam maupun luar negeri untuk mempromosikan sejumlah potensi dan keunggulan Aceh.

Sebelum ini, Wagub juga sudah membawa sejumlah investor ke Aceh, diantaranya dari Korea Selatan, Timur Tengah dan beberapa negara lainnya.

Selain itu Wagub juga aktif menemui sejumlah Badan Usaha Milik Negara untuk serius membangitkan sejumlah sektor ekonomi di Aceh. Salah satu bukti keberhasilan Wagub adalah, saat berhasil membujuk Maskapai Garuda Indonesia Airways, untuk membuka rute penerbangan Bandara Sultan Iskandar Muda-Jeddah, yang terbang dua kali, yaitu setiap Selasa dan Kamis setiap minggunya.

Dibukanya jalur penerbangan ini memberi kemudahan calon jama’ah Umrah asal Aceh karena tidak perlu lagi berangkat Umrah via Medan. Tak hanya mempermudah calon jamaah umrah, tersedianya jalur penerbangan langsung Aceh-Jedah, secara bersamaan juga menjadi potensi ekonomi baru.

Sebelumnya, tidak ada travel agent asal Aceh yang bisa menghimpun jama’ah Umrah untuk beragkat dari Aceh, mulai Februari lalu ada tiga travel agen yang memiliki izin menghimpun jama’ah Umrah, yaitu Astra Travel (Banda Aceh), Dian Almaz Travel (Banda Aceh) dan Natari Travel (Lhokseumawe).

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh, Badminton, Ekonomi
wwwwww