Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Beras dan Cabai Naik, Beri Andil Sebabkan Inflasi Kota Padang 0.84 Persen

Beras dan Cabai Naik, Beri Andil Sebabkan Inflasi Kota Padang 0.84 Persen
Kepala BPS Provinsi Sumbar Dodi Herlando (baju hijau) sedang memaparkan angka inflasi.
Kamis, 01 September 2016 13:48 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok seperti beras dan cabai merah, menyumbang angka inflasi di Sumbar. Selama Agustus 2016, Badan Pusat Statistik Provinsi Sumbar, mencatat angka inflasi sebesar 0.84 persen di Kota Padang dan 0.40 persen di Kota Bukittinggi.

Hal ini dikatakan Kepala BPS Provinsi Sumbar Dodi Herlando, dalam keterangannya ketika melakukan ekspose data statistik indek harga konsumen/inflasi selama bulan Agustus 2016 di Sumbar, di Kantor BPS Jalan Khatib Sulaiman Padang, Kamis (1/9/2016).

Disebutkan Dodi, ada tujuh kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi di Sumbar (Padang dan Bukittinggi). Ketujuhnya, mulai dari bahan makanan, sandang, kesehatan, pendidikan, transportaso, makanan serta perumahan. Kelompok pendidikan dan bahan makanan memberikan andil dalam inflasi, yakni sebesar 5.00 dan 1.88.

Khusus bahan makanan, ada 15 komoditas yang mempengaruhi terjadinya inflasi. Harga beras, cabai, jengkol, ikan asan yang mahal pasca lebaran, memberikan sumbangan tinggi terhadap terjadinya inflasi.

Dalam kesempatan yang sama, Dodi juga menyampaikan kenaikan jumlah kunjungam wisatawan mancanegara selama bulan Juli yang naik signifikan menjadi 4.094 orang jauh diatas bulan Juni yang hanya sebanyak 2.104 orang.

"Wisman yang banyak berkunjung berasal dari negara Malaysia dan Australia serta Jepamg. Mereka umumnya masuk melalui Bandara Internasionall Minangkabau," katanya. Hunian kamar juga naik menjadi 35.88 persen dari bulan Juni sebesar 25.06 persen. ***

wwwwww