Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
19 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton

Pabrik Pengolahan Kelapa di Batee Geulungku Siap Beroperasi

Pabrik Pengolahan Kelapa di Batee Geulungku Siap Beroperasi
Kepala Bagian Humas PT BAS Batee Geulungku, Bireuen, Tarmizi Age memperlihakan perlengkapan mesin sebelum berproduksi kelapa, MInggu (4/9/2016). [Joniful Bahri]
Minggu, 04 September 2016 16:06 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Menjawab tantangan pengembangan kelapa milik petani di Aceh, khususnya di Kabupaten Bireuen, akhir 2016 ini, pabrik pengolahan kelapa di Cot Batee Geulungku, Kecamatan Pandrah, siap beroperasi.

Perusahaan yang digagas PT Buana Aceh Sejahtera (BAS) asal luar Aceh itu akan memproduksi tepung kelapa, sabut kelapa, pupuk cocopeat, karbon aktif (arang batok kelapa) dan kopra kering serta memproduksi virgin coconut oil (VCO).

Kepala Bagian Humas PT BAS, Tarmizi Age kepada GoAceh, Minggu (4/9/2016) mengatakan, pengoperasian pengembangan pabrik tersebut direncanakan awal 2017. “Kalau pembangunan gedung pabriknya sudah siap 100 persen. Saat ini tinggal menunggu perangkat khusus mesin dalam gedung. Insya Allah, uji cobanya akan dilaksanakan bulan November nanti,” katanya.

Menurut Tarmizi, kehadiran pabrik ini secara perlahan diharapkan dapat membantu petani kelapa di Bireuen, Pidie Jaya, Pidie dan Aceh Utara, sebagian Aceh Timur. Selain itu, dapat menampung tenaga kerja lokal serta luar Bireuen.

“Dengan kehadiran pabrik ini, kita harapkan dukungan semua kalangan, terutama petani, Pemerintah Aceh dan pengusaha luar, sehingga petani kelapa di Aceh memiliki prospek yang lebih baik lagi, guna menangkal harga kelapa yang selalu anjlok,” katanya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Badminton, Ekonomi
wwwwww