Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Terminal Bayangan Labi Labi di Jalan Pase Bikin Warga Geram

Terminal Bayangan Labi Labi di Jalan Pase Bikin Warga Geram
Sopir labi labi menunggu penumpang dan parkir di tengah badan Jalan Pase, Jumat (9/9/2016) [Sarina]
Jum'at, 09 September 2016 22:30 WIB
Penulis: Sarina

LHOKSEUMAWE – Terminal Labi-Labi Lhokseumawe di Jalan Pase, kosong tanpa aktivitas awak angkutan. Antrean labi-labi yang menunggu penumpang, justru terlihat ramai di luar terminal. Pembangunan gedung terminal labi-labi baru itupun sia-sia, setelah menelan dana miliaran.

Anehnya, tak ada upaya penertiban oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Padahal, tindakan para sopir labi-labi yang memilih menunggu penumpang di depan terminal, justru membuat jalan Pase menjadi macet dan terlihat semrawut. Tak hanya itu, namun juga membahayakan pengendara lainnya, karena mereka parkir di tengah jalan, sehingga badan jalan yang bisa dilalui semakin sempit.

“Bagaimana sudah aturan dalam kota ini, sopir labi labi bisa membuat terminal sendiri di jalan dimanapun mereka suka. Tidak ada penertiban apapun dari pihak terkait di jajaran  Pemerintah Kota Lhokseumawe,” kata Zulfikar salah seorang warga di sekitar Jalan Pase. 

Menurut dia, setiap pagi hingga sore hari, semua labi labi yang memasuki kota berhentinya di Jalan Pase. Setiap hari pula ada petugas Perhubungan yang nongkrong di kawasan itu mengambil uang retribusi dari awak labi labi.

“Kita berharap ini segera ditertibkan, karena kehadiran terminal bayangan itu sangat mengganggu. Kondisi itu membuat kita geram. Bila perlu kita mendesak Polisi Lalu Lintas untuk segera turun dan menertibkan labi labi yang menjadikan Jalan Pase itu untuk terminal bayangan,” pinta Zulfikar.

Editor:TAM
Kategori:Badminton, Hiburan
wwwwww