Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
12 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Anggaran Rp560 Juta, Penanganan Gajah Liar di Pidie tidak Jelas

Anggaran Rp560 Juta, Penanganan Gajah Liar di Pidie tidak Jelas
Pemerhati Lingkungan Zian Mustaqin (kiri) dan Kasi Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pidie, Hamdani saat mempertanyakan penanganan gajah liar di Kota Sigli, Kamis, (15/9/2016). [Amiruddin].
Kamis, 15 September 2016 12:15 WIB
Penulis: Amiruddin

SIGLI - Penanganan gajah liar di Kabupaten Pidie, belum maksimal meski alokasi anggaran tahun 2016 mencapai Rp560 juta. Bahkan, pemerhati lingkungtan menuding tidak ada kejelasan terkait penanganan gajah, sementara masyarakat terus dirugikan akibat ulah binatang berbadan besar tersebut.

“Pemkab Pidie telah mengalokasikan dana untuk penanganan gajah liar mencapai Rp560 juta lebih. Akan tetapi penanganannya patut dipertanyakan, sebab pada tahun 2014 alokasi anggaran mencapai Rp 185 juta. Karena tidak cukup dan tahun 2016 ditambah menjadi Rp560 juta lebih, Saya melihat tidak ada penanganan gajah liar oleh dinas terkai," kata pemerhati lingkungan? di Kabupaten Pidie, Zian Mustaqin, kepada GoAceh, Kamis,(15/9/2016).

Zian menambahkan, konflik gajah masuk dalam katagori bencana alam dan harus ada alokasi dana khusus tanpa harus menunggu amprahan. Sehingga menyulitkan penanganannya dan seharusnya alokasi dana tersebut harus dimasukkan dalam dana bencana alam, agar penanganannya lebih mudah tanpa kendala.

Bahkan upaya penanganan gajah yang dilakukan Pemkab Pidie di bawah dinas terkait mandul, alias tanpa reaksi. "Ini harus ditangani dengan baik jangan sampai memakan korban seperti di Geumpang dan Keumala," tegasnya.

Kasi Perlindungan dan Pengamanan Hutan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pidie, Hamdani, mengatakan, pihaknya tetap menangani konflik gajah di perkampungan masyarakat. Sebab untuk menggiring gajah itu juga sulit. Kelompok gajah sudah terbagi dua, artinya setelah digiring di lokasi yang satu maka di lokasi lain gajah tetap turun ke perkampungan masyarakat. "Jadi kita tetap terus menggiring gajah liar yang masuk ke perkampungan warga dengan cara menggunakan gajah jinak lainnya," jelasnya.

Editor:TAM
Kategori:Badminton, PON
wwwwww