Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Badminton

Iming-Iming Keuntungan Besar, Awas Investasi Bodong Mengintai Masyarakat Riau

Iming-Iming Keuntungan Besar, Awas Investasi Bodong Mengintai Masyarakat Riau
ilustrasi.
Kamis, 15 September 2016 12:21 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Masyarakat Provinsi Riau diminta mewaspadai tawaran investasi bodong yang legalitas perusahaannya masih diragukan. Biasanya, investasi nakal semacam itu mengiming-imingi targetnya dengan menawarkan keuntungan yang lebih besar.

"Investasi bodong menarik perhatian masyarakat dengan iming-iming pendapatan besar dengan cara instan," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Elvira Azwan kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Kamis (15/9/2016).

Untuk membumbui bujuk rayu mereka, pelaku invetasi bodong turut melampirkan testimoni para pemegang saham atau publik figur untuk memperkuat legalitas perusahaan investasinya.

Adapun beberapa tips untuk menghindari investasi bodong, diantaranya dengan memastikan apakah alamat kantornya jelas. Kemudian, jika berpatokan dengan keuntungan yang diberikan bank biasanya sebesar 6,75 persen. Apabila ada yang berani menjanjikan lebih dari yang bank berikan, berarti patut dicurigai.

"Tanya alamat kantornya. Apabila mereka tidak mau memberitahu dan malah membawa ke tempat lain seperti hotel berbintang. Itu patutu dicurigai," terangnya. ***

wwwwww