Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
12 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
12 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
12 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
17 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan Menuju DKI 1

Dari Hasil Survey Poltracking Indonesia, Risma vs Ahok Jika Head to Head Bersaing Ketat

Dari Hasil Survey Poltracking Indonesia, Risma vs Ahok Jika Head to Head Bersaing Ketat
Ilustrasi. (net)
Kamis, 15 September 2016 19:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dari hasil suervey yang dilakukan Poltracking Indonesia, nama Tri Rismaharini (Risma) menjadi kandidat kuat calon Gubernur DKI Jakarta yang bisa menyaingi calon petahana Ahok.

Survei Poltracking Indonesia merilis ada dua kandidat dalam Pilgub DKI 2017, maka Risma lah lawan yang ratingnya paling menyaingi Ahok."Jika head to head, Ahok dan Risma bisa bersaing ketat. Ahok elektabilitasnya 44,10 persen, sedang Risma 33,85 persen," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, Kamis (15/9/2016).

Masih kata Hanta Yuda, elektabilitas Risma, bisa semakin naik jika ia resmi dicalonkan oleh PDIP sebagai cagub. Apalagi beberapa komunitas juga telah mendeklarasikan nama Risma sebagai calon gubernur.

Namun demikian selama ini, Risma masih terkesan malu-malu dan menyatakan menolak ke Jakarta dengan alasan akan tetap menyelesaikan pekerjaannya sebagai Walikota Surabaya.

Yuda juga mengatakan, dari hasil suervey lembagannya tersebut, nama calon lain baik yang sudah didukung parpol maupun yang belum mendapat perahu, masih kalah jauh dari Risma.

"Jika dengan kandidat yang sudah muncul seperti Sandiaga Uno dan Yusril Ihza Mahendra, margin dengan Ahok cukup jauh," ungkapnya.

Jika simulasi head to head dengan Sandiaga Uno, elektabilitas Ahok menjadi 45,90 persen dan Sandi diangka 29,49 persen. Sedang Yusril jika berhadapan dengan Ahok, presentasenya adalah Ahok 49.49 persen, Yusril 23,33 persen.

"Justru muncul nama Anies Baswedan yang berada dibawah Risma elektabilitasnya jika berhadapan dengan Ahok. Anies mendapat angka hingga 30,74 persen dan Ahok 44,62 persen. Jika melawan Risma, dipastikan Ahok mendapat lawan berat dan bahkan nyaris seimbang. Ingat, Risma belum mengatakan maju Pilgub DKI," pungkasnya. ***

wwwwww