Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
13 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
8 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Jawa Barat
'Riau Emas' PON XIX Jawa Barat 2016

Dianggap Pakai Jasa Dukun, Pelatih Takraw Riau Sesalkan Wasit yang Mengacau Pertandingan dengan Meminta Atlet Copot Kalung

Dianggap Pakai Jasa Dukun, Pelatih Takraw Riau Sesalkan Wasit yang Mengacau Pertandingan dengan Meminta Atlet Copot Kalung
Ilustrasi. (net)
Selasa, 20 September 2016 21:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANDUNG - Pelatih Tim Sepak Takraw Riau, Supandi kesal dengan ulah wasit. Pasalnya disaat posisi 11-11, tiba-tiba wasit mengacaukan konsentrasi anak asuhnya dengan meminta mencopot kalung yang dipakai para atlet Riau.

"Begini kita akui kalau kita kalah, ini bukan mencari alasan, kita sudah protes berulang-ulang, kenapa aturan memakai kalung diberitahukan disaat set ketiga posisi angka 11-11. Kita seperti dianggap memakai jasa dukun dengan memakai kalung, padahal kalung anak-anak itu kalung biasa. Dan kenapa tidak diberitahukan sebelum bertanding kalau tidak boleh pakai," ujarnya kepada GoRiau.com, Selasa (20/09/2016).

"Kalau saya melihat atlet kita pecah konsentrasi karena diganggu wasit. Kalung anak-anak diminta. Yang kedua memang dukungan dari suporter tuan rumah juga luar biasa," katanya.

Bukan hanya Pelatih, Ketua KONI Riau juga menyesalkan kejadian tersebut. "Saya sedikit kecewa dengan wasit, harusnya diberitahu terlebih dahulu. Namun yang lebih saya sesalkan kenapa tim Riau ini mau mencopot kalung, seakan-akan kita ini kalah karena Copot kalung itu, harusnya tim kita ngotot protes dan kalau perlu Walk Out," sesalnya.

Dengan kekalahan tersebut, Riau harus puas dengan medali perak, sementara Jabar meraih medali emas. ***

wwwwww