Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
11 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
10 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Putri Aceh Sumbang Emas PON untuk Jabar

Putri Aceh Sumbang Emas PON untuk Jabar
PON Jawa Barat
Selasa, 20 September 2016 17:16 WIB
BANDUNG - Informasi tak sedap datang dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016. Saat kontingen Aceh krisis medali hingga hari keenam sejak perebutan medali, Rabu (14/9). Satu-satunya medali perunggu diraih di cabor drum band.

Justru karateka putri asal Aceh, Asmaul Husna menyumbang medali emas untuk tuan rumah Jawa Barat dalam PON di Sasana Budaya Ganesha ITB, Bandung, Senin (19/9) kemarin. Karena, dara kelahiran 5 Juni 1993 ini memperkuat Jabar di ajang multi-even itu. Demikian laporan Wartawan Serambi, Muhammad Hadi.

Ini untuk kedua kalinya karateka dari Takengon, Aceh Tengah ini tidak membela Tanah Rencong PON. Sebelumnya Husna menyumbang medali emas untuk tuan rumah Riau dalam PON XVIII 2012. Setelah ajang tersebut, Husna sempat pulang ke Aceh, tapi dia justru disambut baik oleh Jawa Barat yang ingin mengejar sukses ganda untuk prestasi dan pelaksaan PON XIX.

Ternyata Husna mampu memberi harapan untuk cabor karate Jabar lewat medali emas di kelas plus (+) 68 Kilogram. Apalagi, ibunya dari Takengon, Aceh Tengah datang untuk menyaksikan langsung menambah semangat Husna. Dalam penampilan perdananya, Husna menghabisi karateka Sulawesi Tengah, Roza Syufianty tanpa ampun, 9-0 di Sasana Budaya Ganesha ITB Bandung, Jawa Barat, Senin (19/9).

Kemudian Husna membuat lawannya dari Sumatera Selatan, Wulan Agustuna keteteran dalam perebutan semifinal. Husna yang masih prima kembali mengkandaskan wakil Sumsel dengan skor, 4-0. Medali perunggu sudah di tangan, tapi Husna mengejar emas.

Kesempatan itu terbuka dengan menyingkirkan karateka Sumatera Selatan, Wiwi Pertiwi. Di final alumnus Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Aceh ini berjumpa dengan wakil Jakarta, Ade Ayuningsih. Tanpa beban anak pasangan Azzohir Mogen dan Maisarah ini menang 4-2. Husna langsung tidur tengkurap sesaat setelah meraih emas.

Kesuksesan Husna bertolak belakang dengan prestasi cabor karate Aceh. Karena karateka Aceh, Dhanil Fitri Ama langsung tersingkir di babak penyisihan setelah ditaklukkan karateka Maluku, Agriyonis Ipol dengan skor telak, 4-8, Minggu (18/9). Begitu juga dengan Agung Pangestu yang gagal merebut tiket semifinal setelah dikalahkan Widodo Febrianto dari Sumatera Utara, 1-7.

Senin (19/9), peluang medali perunggu di nomor kata beregu putra melayang setelah kalah telak dengan DKI Jakarta, 5-0. Padahal Duta Ambiya, Nico Febrian Chan dan Ichwaldi sudah tampil maksimal. Medali emas di nomor ini dikuasai tuan rumah Jawa Barat dan Jawa Timur meraih medali perunggu.

Selanjutnya karateka Aceh lainnya, Khairul Bahri yang tampil di kumite perorangan 67 Kg ditaklukkan atlet Sulawesi Tengah, Rafiq Setiawan, 3-5. Karateka Aceh masih berharap pada Mona Ramozana dan Faraninta Marsella akan bertanding Selasa (20/9).

Asmaul Husna kepada Serambi mengaku melakukan kebiasaan yang berbeda dengan atlet lain sebelum bertanding. Bila atlet lain memilih mendengar lagu untuk ketenangan, Husna justru mendegar ayat-ayat Alquran sebelum tanding. Ini kebiasaan yang dilakukan setiap bertanding. Ia mengaku manfaatnya untuk bersih hati dan pikiran lebih plong.

“Biasa orang dengar lagu, kalau lagu buat aku ngak bikin aku rileks gitu. Jadi aku lebih suka dengar orang ngaji, lantunan-lantunan suara ngaji, hati aku lebih bersih dan otak aku lebih plong gitu,” ujar Husna yang pernah meraih emas dalam kejuaraan karate di Bangkok, Thailand

Editor:Kamal Usandi
Sumber:Serambi Indonesia
Kategori:Aceh, Badminton, Non Olympic
wwwwww