Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
8 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
10 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Jawa Timur
PON XIX Jawa Barat 2016

Kericuhan PON Jabar Terus Terjadi, Kali Ini Merambah ke Loncat Indah

Kericuhan PON Jabar Terus Terjadi, Kali Ini Merambah ke Loncat Indah
Foto kericuhan di cabor Loncat Indah. (Azhari/GoNews)
Kamis, 22 September 2016 13:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Kericuhan terus saja menghiasi pelaksanaan PON XIX Jawa Barat 2016. Kini, kericuhan merambah pada cabang olahraga renang indah yang berlangsung di Kolam Renang FPOK UPI, Setiabudi, Bandung, Kamis (22/9/2016).

Pemicunya adalah keputusan kontingen DKI Jakarta mundur dari arena pertandingan. Tetapi, seluruh Komisi Teknik PB PRSI memutuskan cabang tersebut tetap dilanjut.

Mundurnya DKI terjadi saat digelarnya technical meeting, Selasa (21/9/2016). DKI mengklaim bahwa panitia pelaksana mengambil keputusan yang mendadak soal pembatasan usia untuk cabang renang indah.

Meski demikian, DKI tetap datang saat hari H pertandingan. Kontingen ibu kota memaksa tetap tampil meski sebelumnya memutuskan WO dari terchnical meeting. DKI sendiri memilih ikut dalam cabang renang indah meski salah satu atlet mereka, yakni Adela Amanda Nirmala, tak bisa berpartisipasi akibat pembatasan usia.

Namun langkah DKI dihadang Komisi Teknik PB PRSI yang menyatakan bahwa DKI tidak boleh ikut bertanding karena sudah memilih WO saat techincal meeting. Perdebatan membuat pertandingan renang indah mundur hingga sejam.

Sikap DKI juga memicu kemarahan Komisi Teknik PB PRSI daerah. Mereka lalu menggelar jumpa pers. "Intinya kami sudah lelah dengan semua konteks ini. Ini sebab ketidakharmonisan antar PB daerah dengan pusat. Kami seperti tak dianggap," jelas Istantono, Komisi Teknik PB PRSI Jawa Timur.

Para Komisi Teknik PB PRSI daerah juga menganggap bahwa pembatasan usia sudah disepakati sejak sebelum Pra PON. Dan, semua Komisi Teknik, termasuk wakil dari DKI Jakarta, diklaim juga ikut setuju.

"Kita semua dibuat bingung. Mereka pikir kita di hutan. Tak ada komunikasi dari pusat mengenai hal tersebut. Email atau telepon pun tak ada," lanjutnya.

Saat pertandingan mulai dijalankan, protes tetap saja bermunculan. Bahkan, ada yang berteriak bahwa juri asal DKI tak boleh diikutsertakan dalam penilaian. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Non Olympic, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur
wwwwww