Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

OJK Minta Perusahaan Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangannya

OJK Minta Perusahaan Tingkatkan Kualitas Laporan Keuangannya
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad
Rabu, 28 September 2016 18:13 WIB
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta agar perusahaan di Indonesia terus meningkatkan kualitas laporan tahunannya agar memiliki karakter dan mampu berkompetisi lebih luas lagi.

''Semakin banyak perusahaaan di Tanah Air yang terus memberikan laporan keuangan terbaik sehingga mempunyai karakter tersendiri juga mampu berkompetisi di tingkat Asia Tenggara,'' kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad saat menggelar Annual Report Award (ARA) 2015 yang bertempat di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Perhelatan ini sendiri merupakan ajang penghargaan kepada perusahaan yang dianggap memiliki catatan kinerja laporan keuangan terbaik tahun 2015.

''Presiden Jokowi minta kita membangun keunikan. Harus siap untuk bersaing di negara-negara AS1EAN. Menuju siap bersaing itu, salah satunya dengan tata kelola keterbukaan informasi perusahaan di Indonesia,'' ujar Muliaman.

Menurut Muliaman, penilaian terhadap perusahaan dilakukan berdasarkan praktik pengelolaan keterbukaan informasi ke publik. Perhelatan ARA tahun ini merupakan ajang ke 15 yang dilaksanakan sejak OJK terbentuk tahun 2002. Sedangkan pada pelaksanaan ARA 2105 saat ini mengusung tema ''Selamanya Indonesia''.

Muliaman kembali mengatakan, melalui penataan dan laporan keuangan perusahaan secara baik, dapat juga menggaet minta investor untuk melakukan kegiatan usaha di Indonesia.

Dia ingin pada tahun-tahun selanjutnya perusahaan di Indonesia yang memiliki kriteria tata pengelolaan keterbukaan informasi secara baik di level Asia Tenggara terus bertambah jumlahnya dari yang lalu. ''Tahun depan harus ada 10 perusahaan,'' tutur Muliaman.

Sementara, Ketua Panitia Penyelenggara ARA 2015 yang juga Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida menyatakan, ajang seperti ini amat penting untuk Pemerintah Indonesia sehingga diketahui perusahaan mana saja yang telah menerapkan keterbukaan informasi.

Perusahaan yang menerapkan tata laporan keterbukaan informasi secara baik, tutur Nurhaida, berarti juga ikut mendukung terwujudnya peningkatan perekonomian nasional secara berkesinambungan.

''Komitmen kami untuk mendorong good governance ke perusahaan di Indonesia agar terus meningkatkan pelaksanaan tata kelola yang baik dalam menjalankan kegiatan usahanya,'' kata Nurhaida.

Menurut dia, terciptanya tata kelola keterbukaan informasi secara baik di perusahaan ikut membantu pembiayaan pembangunan dan infrastruktur yang sedang digalakkan pemerintah.

Pada pelaksanaan ARA 2015 ini, Nurhaida mengungkapkan, sebanyak 303 perusahaan yang berpartisipasi tercatat memiliki laporan keuangan secara baik. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yaitu 294 perusahaan.

"Untuk peserta ada 303 perusahaan, meningkat 3,06% dibandingkan tahun 2014 sebesar 294 perusahaan," ucap Nurhaida.

Bukan hanya itu saja, jumlah partisipasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada tahun ini juga bertambah, bahkan amat signifikan. Tercatat, pelaksanaan ARA sebelumnya hanya tiga BPR yang menjadi peserta, namun kini jumlahnya mencapai 11 BPR.

Bertambahnya jumlah BPR yang menjadi peserta, kata Nurhaida, menjadi alasan untuk membuat penilaian khusus kategori BPR pada tahun mendatang. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Badminton, Ekonomi
wwwwww