Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
9 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
9 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
4 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
3 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
4 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Riau

Tim Fasilitator PKPU Pekanbaru Dampingi Warga Membuat Proposal Usaha

Tim Fasilitator PKPU Pekanbaru Dampingi Warga Membuat Proposal Usaha
Imas sedang mempelajari cara membuat proposal usaha.
Rabu, 28 September 2016 15:26 WIB
PEKANBARU - Tim fasilitator PKPU Pekanbaru kembali mendatangi rumah warga penerima manfaat program Kelompok Multi Penghasilan (KMP) PKPU untuk diberikan pendampingan dan evaluasi terhadap proposal usaha yang telah mereka buat.

Salah satu warga penerima manfaat yang didatangi oleh Tim Fasilitator, Puspita, adalah rumah Imas. PKPU adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga agar mandiri dan berdaya secara penghasilan.

Imas harus memperbaiki beberapa poin dalam proposal usahanya sehingga menjadi lebih ideal dan diharapkan usaha yang akan dibentuk menghasilkan keuntungan bagi dirinya dan keluarga.

Sebelumnya, Imas juga telah beberapa kali mengalami revisi atau perbaikan dari tim program KMP PKPU, totalnya Imas telah mengulang proposal usahanya sebanyak 3 kali. Dia tak patah semangat walau proposal usahanya dikoreksi berkali-kali.

Imas mengatakan, membuat proposal usaha, dalam bentuk Model Bisnis Kanvas (MBK) adalah hal baru dan sedikit sulit baginya karena ia hanya tamat sekolah dasar.

"Buat beginian (proposal usaha) ini jujur baru pertama kali, awalnya sulit. Tapi setelah diajarkan terus jadi mengerti, harus semangatlah saya karena ini memang bagus supaya kami tahu bagaimana kalau mau buka usaha supaya untung," tutur Imas.

Dia semakin semangat untuk memperbaiki proposalnya, hal ini ditunjukkan dengan hasil akhir proposal usaha yang makin baik dan siap dieksekusi.

Banyak pelajaran dari Imas yang dapat diambil, meskipun tamat sekolah dasar, tapi semangatnya tak surut untuk mempelajari hal baru demi merubah nasib dirinya dan keluarga. (rls)

Editor:Fahrul Rozi
Kategori:Ekonomi, Riau
wwwwww