Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
21 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Riau

Dewan Prihatin, Siswa SMP Dipukul Hingga Tewas oleh Siswa SMK

Dewan Prihatin, Siswa SMP Dipukul Hingga Tewas oleh Siswa SMK
Marlis Kasim
Jum'at, 30 September 2016 15:56 WIB
Penulis: Fahrul Rozi
PEKANBARU - Tewasnya siswa SMP Bukit Raya, DO (14), setelah berkelahi dengan siswa SMK Ibnu Taimiyah menimbulkan keprihatinan anggota DPRD Kota Pekanbaru, Marlis Kasim. Politisi PKB ini berharap kasus semacam ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, bila penanaman moral kepada anak didik dilakukan secara baik.

"Saya sudah dapat info tadi seorang siswa SMP meninggal akibat berkelahi dengan siswa SMK Ibnu Taimiyah. Tapi itu di luar jam sekolah, kabarnya juga siswa ini meninggal setelah terjadi saat temannya melarikan ke rumah sakit. Namun kasus perkelahian ini buat kami prihatin," sampai Marlis Kasim, Jumat (30/9/2016).

Pada dasarnya, menurut Marlis, kejadian ini tidak bisa semata disalahkan pihak sekolah. Karena guru sebetulnya sudah mengimbau pada siswa untuk langsung pulang setelah usai bersekolah. "Namun ini kejadian di luar dari kemampuan sekolah memantau. Tapi saya juga berharap, pihak sekolah terus mengajar nilai moral pada siswa. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang," lanjut anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru ini.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh orang tua untuk terus memantau anak saat diluar sekolah. Karena pendidikan utama itu ada di tingkat keluarga. "Orang tua juga harus memberikan pengawasan, jangan hanya berharap dengan sekolah," pungkasnya.

Sebelumnya, DO, tewas setelah berkelahi dengan siswa SMK Ibnu Taimiyah (berita sebelumnya SMK Zamrad) di lapangan dekat Kantor Lurah Sail, Kecamatan Tenayan Raya. DO yang sudah luka-luka dilarikan seorang temannya ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor. Namun saat itu ia dalam keadaan pingsan terjatuh dan meninggal dunia, siang tadi. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww