Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
16 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
13 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
12 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
18 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
8 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Imbas Tidak Punya Pelabuhan Perikanan, Eksploitasi Ikan di Riau Tidak Terpantau

Imbas Tidak Punya Pelabuhan Perikanan, Eksploitasi Ikan di Riau Tidak Terpantau
Ilustrasi.
Jum'at, 30 September 2016 12:04 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Akibat tidak memiliki pelabuhan ikan, Provinsi Riau harus merugi selama bertahun-tahun. Pasalnya, aktivitas jual beli ikan dan pendataan terhadap nelayan tidak dapat dilakukan dengan baik. Hal ini tentu saja membuat masyarakat dan pemerintah merugi, karena data dan informasi produksi ikan diperlukan dalam pengelolaan perikanan.

"Data produksi ikan harus dihitung secara riil. Ini menjadi tugas Dinas Perikanan dan Kelautan. Kondisi seperti ini bisa merugikan daerah kalau dibiarkan berlarut-larut," ungkap Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (30/9/2016).

Bukan saja tingkat eksploitasi sumberdaya ikan Riau yang tidak dapat dipantau, pajak retribusi kapal-kapal besar yang beraktivitas di perairan Riau pun tidak dapat didata. Maka tidak heran, jika pencurian ikan di Riau masih sering terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Provinsi Riau, Tien Mastina tidak menampik fenomena nelayan di Riau yang sudah terbiasa mengandalkan tangkahan pendaratan ikan.

"Masyarakat kita sudah terbiasa dengan pelabuhan tangkahan. Contohnya saja di Kabupaten Indragiri Hilir dan Rokan Hilir. Mereka lebih nyaman seperti itu," ungkap Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Provinsi Riau, Tien Mastina. ***

Kategori:Badminton, Voli, Riau
wwwwww