Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Terdeteksi 14 Titik Panas di Sumatera, Aceh Paling Banyak

Terdeteksi 14 Titik Panas di Sumatera, Aceh Paling Banyak
Foto: Illustrasi Okezone
Minggu, 02 Oktober 2016 08:54 WIB
PEKANBARU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera. Berdasarkan pantauan satelit ada 14 titik panas yang terdeksi. Belasan titik panas (hot spot) itu terpantuan di dua propinsi yakni Provinsi Aceh dan Provinsi Lampung.

"Jumlah titik panas di Sumatera terbanyak berada di Aceh dengan jumlah sembilan titik sementara di Lampung terpantau ada lima titik," kata staf analisa BMKG Pekanbaru, Slamet Riadi, Minggu (2/10/2016).

Sementara itu berdasarkan pantuan satelit terra dan aqua, Propinsi Riau yang selama ini menjadi 'langganan' kebakaran nihil.

"Saat ini Propinsi Riau sudah memasuki musim hujan jadi sebagian besar lahan tidak kering sehingga tidak mudah terbakar. Namun demikian, semua tetap waspada karena kemungkinan kebakaran tetap ada," imbaunya.

Kapolda Riau, Brigjen Zulkarnaen menegaskan, masyarakat maupun korporasi tidak lagi melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Saya akan menindak tegas semua pelaku pembakaran hutan lahan. Karena aksi pembakaran itu merugikan banyak orang," tegas mantan Kapolda Maluku Utara itu.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:okezone.com
Kategori:PON, Badminton, Aceh
wwwwww