Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Konggres PSSI

Debat Calon Ketum PSSI, Djohar Arifin Masih Penasaran

Debat Calon Ketum PSSI, Djohar Arifin Masih Penasaran
Calon Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husen. (istimewa)
Selasa, 04 Oktober 2016 19:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ternyata mantan Ketua Umum PSSI, Prof Djohar Arifin masih penasaran. Dia mengaku mencalonkan diri dalam Kongres PSSI yang dijadwalkan di Makassar, 17 Oktober 2016 karena telah memiliki konsep membangun prestasi sepakbola Indonesia.

Hal itu terkuak saat Djohar Arifin menyampaikan visi misi pada debat kandidat Caketum PSSI di Tower SCTV Jakarta, Selasa (4/10/2016).

Dari sembilan calon, hadir enam diantaranya yaitu Djohar Arifin Husin, Eddy Rumpoko, Moeldoko, Tonny Aprilani, Sarman El Hakim, dan Kurniawan Dwi Yulianto. Sementara yang tidak hadir adalah Eddy Rahmayadi, Erwin Aksa, dan Benhard Limbong. Dalam debat ini, keenamnya juga dites oleh tiga panelis yakni wartawan senior Soemohadi Marsis dan Anton Sanjoyo, serta pengamat olahraga Fritz Simanjuntak.

"Saya mempunyai visi untuk membangun sepakbola ke tingkat dunia. Guna mewujudkan tersebut, harus dibangun melalui visi yang mendukung," kata Djohar.

Djohar juga mengungkapkan keinginannya memperbaiki organisasi secara internal dan juga produktivitas dalam keuangan. "Kita harus membangun sepakbola usia dini dan meningkatkan kualitas SDM pemain, pelatih, dan wasit. Itu menjadi kunci pengembangan sepak bola," ujarnya.

Jika dipercaya kembali sebagai Ketum PSSI kembali, Djohar berjanji bakal menggalakkan kompetisi berjenjang. "Menyiapkan konsep ada piramidanya, ada filosofi pembinaan usia dini. Jutaan anak remaja tidak mendapatkan permainan sepak bola yang benar," katanya lagi.

Dia juga mengaku telah menjalankan beberapa program saat masih menjabat dengan mendatangkan instruktur FIFA untuk meningkatkan SDM yang berkecimpung di sepakbola Tanah Air.

Djohar juga akan fokus pada sports science dan sports medicine yang digunakan di sepak bola dunia. Terakhir, dia ingin membangun kompetisi dan timnas berjenjang mulai dari U-12 hingga senior. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Non Olympic, DKI Jakarta
wwwwww