Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
24 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
21 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
17 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
6
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
19 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Riau

KP3A RI Pertontonkan Video Kekerasan, Ribuan Pelajar di Dumai Teriak dan Seorang Siswi Dilarikan Keluar Ruangan

KP3A RI Pertontonkan Video Kekerasan, Ribuan Pelajar di Dumai Teriak dan Seorang Siswi Dilarikan Keluar Ruangan
Ribuan pelajar dari tingkat SMP, SMA dan Mahasiswa di Dumai yang sedang melihat video kekerasan terhadap anak sebagaimana dipertontonkan oleh Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) RI.
Selasa, 04 Oktober 2016 14:13 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) RI saat mengadakan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) disebuah hotel, mempertontonkan video kekerasan terhadap anak dihadapan ribuan pelajar di Dumai, Riau.

Pantauan GoRiau.com, KP3A RI memutar empat video kekerasan terhadap anak, seperti kekerasan orangtua terhadap anak, kekerasan saat ospek, dan kekerasan saat masuk sebuah kelompok (geng) 2 video. Video tersebut diputar dalam empat layar putih. Sontak, saat melihat video tersebut ribuan perwakila pelajar SMP, SMA dan Mahasiswa, menjerit.

Bahkan seorang siswi SMP terpaksa dilarikan ke luar ruangan ballroom hotel. Siswi ini seharusnya menjadi pembicara, namun tak tahan melihat video tersebut. Siswi yang dilarikan keluar ruangan merupakan salah satu korban kekerasan oleh orangtua angkat. Video ini seharusnya bukan dipertontonkan kepada pelajar, melainkan kepada orangtua yang lebih bisa mencerna video tersebut.

Usman Basuni, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga KP3A RI yang menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut, berbicara dihadapan ribuan pelajar, bahwa video tersebut agar tidak terulang kekerasan terhadap anak.

"Anak-anak hanya korban. Jadi saat melihat video tersebut, dia (anak) kembali trauma dengan apa yang dia rasakan oleh perlakuan orangtuanya," beber Usman sebagaimana dikutip GoRiau.com.

Lebih lanjut dikatakannya, video itu dipertontonkan kepada peserta agar peristiwa kekerasan terhadap anak tidak dilakukan para peserta dikemudian hari, sehingga berakibat fatal kepada si korban.

"Semoga video ini bisa bermanfaat bagi pelajar yang melihatnya, sehingga tidak menjadi korban berikutnya," jelasnya.***

Kategori:Riau, Umum
wwwwww