Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
15 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
19 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
14 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
12 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Riau

Tempramen dan Sering Ancam Bunuh Diri, Motif Mahasiswi Asal Rohul Nekad Gantung Diri Masih Misteri

Tempramen dan Sering Ancam Bunuh Diri, Motif Mahasiswi Asal Rohul Nekad Gantung Diri Masih Misteri
Jenazah Lidiya saat akan dievakuasi ke RSUD Arifin Achmad, Senin sore kemarin, (foto: dokumen goriau.com/gonews group)
Selasa, 04 Oktober 2016 13:35 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Meski pihak keluarga sudah mengikhlaskan, namun kepolisian masih belum bisa memastikan penyebab dan motif mahasiswi asal Rohul, ML alias Lidiya (21) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, AKP Sihol Sitinjak, menuturkan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah saksi termasuk kekasih korban, Fajar (23).

"Kita sudah minta keterangan pacar korban, Fajar yang terakhir kali berkomunikasi dengan korban. Diakuinya, korban memang memiliki sifat tempramen dan sering mengancam akan bunuh diri," kata Sihol saat berbincang dengan GoRiau.com (GoNews Grup) di ruang kerjanya, Selasa (4/10/2016) siang.

"Kemarin kita juga sudah lakukan visum dan memang terdapat sejumlah luka di kaki korban. Tapi kita belum bisa pastikan, apakah korban sempat mengalami tindak kekerasan atau tidak," sambungnya.

Kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Kanit menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui motif korban nekad mengakhiri hidup dengan gantung diri.***

Kategori:Riau, Beladiri
wwwwww