Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
10 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
11 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
16 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Riau

Kasus Perceraian di Duri Meningkat Pasca Banyaknya Perampingan Naker Kontraktor Migas

Kasus Perceraian di Duri Meningkat Pasca Banyaknya Perampingan Naker Kontraktor Migas
Ilustrasi
Rabu, 05 Oktober 2016 14:30 WIB
Penulis: Ira Widana
DURI - Badai PHK (pemutusan hubungan kerja) yang berubah menjadi badai rumah tangga nampaknya tengah terjadi di Duri Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau dalam 3 bulan terakhir ini.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Mandau, H Charles MA saat dikonfirmasi GoRiau.com membenarkan hal tersebut.

Dikatakannya jumlah kasus perceraian meningkat pasca maraknya perampingan tenaga kerja (naker) pada kontraktor Migas baru-baru ini. Perbulan itu kasusnya 20-30 permohonan.

"Faktor dominan penyebab keretakan rumah tangga ini karena suami yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau menganggur. Ada juga karena meninggalkan istrinya berbulan-bulan lamanya. Kalau penghasilan tidak ada lagi, rumah tangga otomatis sering cek-cok. Itu menjadi pemicu utama," ujar H Charles.

Menurut H Charles, karyawan perusahaan bisa diberi usaha sampingan dengan begitu karyawan yang sudah berkeluarga lalu di PHK, tidak segera kehilangan seluruh penghasilan.

"Kebanyakan pekerja yang di PHK tidak memiliki keahlian lain, sehingga berdampak kepada ekonomi keluarga. Ekonomi yang kurang baik memicu terjadinya perceraian. Kalau masalah perselingkuhan tidak banyak," ujarnya lagi. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww