Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
16 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
16 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Pertarungan Menuju DKI 1

Komentar Ahok Dianggap Penistaan Agama, Politikus Ahmad Doli Kurnia Minta Golkar Tarik Dukungan

Komentar Ahok Dianggap Penistaan Agama, Politikus Ahmad Doli Kurnia Minta Golkar Tarik Dukungan
Politisi Golkar Ahmad Doli Kurnia. (istimewa)
Jum'at, 07 Oktober 2016 23:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Komentar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut dibohongi surat Al-Maidah ayat 51 mendapat tanggapan dari politikus. Menanggapi hal tersebut, politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta partainya menarik dukungan terhadap Ahok.

Doli menilai, pernyataan Ahok yang mengutip Alquran sudah mengundang orang banyak untuk melewati batas sabarnya. Arogansi dan tabiat kasar Ahok, kata Doli, semakin menunjukkan sikap yang jauh dari upaya membangun masyarakat Indonesia yang beradab, toleran, dan cinta damai.

Sikapnya tidak saja selalu mengundang amarah, merusak kedamaian, dan menyakitkan manusia, namun sudah sampai pada menyerang bahkan menistakan agama Islam.

"Ini bukan lagi sekadar soal Pilgub DKI semata. Ini sudah masuk pada urusan menyerang keyakinan banyak orang dan merendahkan agama tertentu di luar agamanya," kata Doli melalui keterangan tertulisnya, Jumat (7/10/2016).

Lebih lanjut, Doli menyebut sikap Ahok bertentangan dengan Pancasila dan karakter dasar bangsa Indonesia. Sebagai seorang muslim dan juga kader Golkar, Doli merasa tersinggung dengan pernyataan Ahok.

Karenanya, Doli mendesak agar Partai Golkar segera menarik dukungannya kepada Ahok. Pasalnya, Ahok yang didukung oleh Partai Golkar sudah melanggar nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 yang selama ini dikembangkan dalam Golkar.

Tokoh muda Golkar ini mengaku khawatir, kemarahan umat yang dihina oleh Ahok akan berdampak negatif terhadap Golkar. Sebagai sebuah partai yang memiliki karakter nasionalisme-religius, Golkar tidak pantas memberikan dukungan terhadap figur yang anti agama dan anti persatuan bangsa."Figur Ahok sudah tidak relevan lagi dengan Doktrin Karya Kekaryaan dan Ikrar Panca Bhakti Golkar," kata Doli. ***

wwwwww