Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Riau

Bentrokan Perbatasan Riau-Sumut, Warga Mendengar Letusan Senjata Api, 1 Orang Terkena Anak Panah

Bentrokan Perbatasan Riau-Sumut, Warga Mendengar Letusan Senjata Api, 1 Orang Terkena Anak Panah
Ilustrasi
Sabtu, 08 Oktober 2016 15:08 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Dua kelompok masyarakat yang bermukim di perbatasan Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau dan Sumatera Utara terlibat pertikaian, yang diduga dipicu sengketa tapal batas. Satu warga bernama Gusnar Siregar dilaporkan terluka akibat sambaran mata panah.

Menurut informasi yang dihimpun GoRiau.com (GoNews Group), Sabtu (8/10/2016) siang melalui Kapolres Rohul, AKBP Yusup Rahmanto, korban ini terluka di jari telunjuk. Saat itu, masing-masing warga berjumlah puluhan orang itu datang berbondong-bondong.

"Kejadiannya siang kemarin sekitar pukul 11.00 WIB. Keterangan warga kita sementara ini, mereka mengaku didatangi sekitar 60 orang saat sedang memasang pancang di lahan yang hendak ditanam (sawit, red)," ungkapnya dihubungi GoRiau.com (GoNews Group).

Keributan pun terjadi antara kedua kelompok tersebut. Bahkan pengakuan massa, mereka sempat mendengar letusan senjata api. "Itu pengakuannya, makanya kita sekarang ini sedang ke lokasi melakukan Olah TKP untuk mendalaminya," jawab Yusup Sabtu siang.

"Akan kita selidiki, selonsong ini betul apa nggak, selongsong baru atau lama, nanti kita bawa ke Labfor untuk dicek. Ada dua (selonsong) yang diserahkan warga, lalu juga ada empat mata anak panah. Makanya untuk memastikan di mana warga menemukan selonsong itu, kita lakukan Olah TKP sekarang," ucapnya.

Hasil keterangan masyarakat kepada polisi, keributan puluhan warga ini terjadi akibat sengketa lahan, di mana di sana juga ada perusahaan, PT MAI. "Kita koordinasi dengan Polres di Tapsel, kita minta kedua warga jangan terprovokasi. Yang jelas saat ini situasi sudah kondusif," lanjut Kapolres.

"Kita berusaha menetralisir suasana, menghimbau warga menahan diri, termasuk Polres di Tapsel supaya dilakukan penggalangan massa. Kita juga mendorong Pemda menyelesaikan tapal batas tersebut," tukas Yusup. ***

Kategori:Olympic, Riau
wwwwww