Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
2
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
MPR RI
24 jam yang lalu
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
3
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
4
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
5
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
Internasional
23 jam yang lalu
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
6
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
Olahraga
23 jam yang lalu
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PLTA Koto Panjang Kering dan tak Beroperasi, Listrik Riau Padam Bergilir

PLTA Koto Panjang Kering dan tak Beroperasi, Listrik Riau Padam Bergilir
PLTA Koto Panjang
Senin, 10 Oktober 2016 21:42 WIB
PEKANBARU - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau, dan perbatasan Sumatra Barat mengalami kekeringan, sehingga berhenti beroperasi. Akibatnya, pasokan listrik terhenti dan hanya berharap dari interkoneksi Sumbagteng.

Manajer SDM dan Umum PT PLN Wilayah Riau dan Kepri Dwi Suryo Abdullah mengatakan tiga mesin pembangkit yang ada di PLTA itu beroperasi sejak tiga hari lalu.''Sudah tiga malam setop operasi, karena ketinggian air di PLTA itu di bawah 73,5 mdpl yang menjadi batas minimal operasionalnya,'' katanya kepada Bisnis sebagaimana dikutip GoRiau, Senin (10/10/2016).

Dia menjelaskan tiga mesin pembangkit PLTA itu menghasilkan daya listrik sebesar 114 MW, sementara produksi listrik dari total pembangkit yang ada termasuk PLTA di Riau mencapai 326 MW dengan beban puncak sebesar 538 MW.

Akibat dari berhentinya operasional PLTA Koto Panjang itu, PLN Riau Kepri terpaksa melakukan pemadaman bergilir pada saat beban puncak yaitu mulai pukul 18.00 - 22.00 WIB.

Hingga saat ini, pasokan energi listrik di Riau masih dipenuhi oleh sistem interkoneksi Sumatra Bagian Tengah, terutama pembangkit asal Sumatra Barat. ''Salah satu solusi yang diambil PLN yaitu mengoperasikan PLTU Teluk Sirih yang sebelumnya mengalami pemeliharaan di Sumbar, lalu masuk di sistem interkoneksi Sumbagteng,'' katanya.

Dwi menjelaskan PLTA Koto Panjang bisa kembali beroperasi bila ketinggian air mencapai minimal 74 mdpl. Upaya meningkatkan ketinggian air itu telah didorong PLN sejak Juni lalu dengan melaksanakan teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumbar yang berbatas langsung dengan PLTA Koto Panjang.

Sementara itu, operasional PLTU Tenayan Raya di Pekanbaru menurut Dwi masih pada tahapan commisioning test untuk analisa ketahanan mesin pembangkit.

Proses tes dilakukan sejak Agustus dan September lalu, dan hasil dari kegiatan uji coba itu diharapkan menjadi acuan sebelum operasional penuh PLTU tersebut. ''Commisioning test PLTU Tenayan Raya masih kami lakukan untuk melihat ketahanan mesin pembangkit dan alat pendukungnya mulai boiler, hingga pembangkitnya,'' katanya.

Adapun PLTU Tenayan Raya dibangun oleh PT PLN (Persero) dengan daya 2 x 110 MW yang berlokasi di Pekanbaru. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:bisnis.com
Kategori:Ekonomi, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww