Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

KONI Pusat Minta Dilakukan Koordinasi Sebelum PON Remaja Dihentikan

Kamis, 13 Oktober 2016 21:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
koni-pusat-minta-dilakukan-koordinasi-sebelum-pon-remaja-dihentikanKoni. (net)
JAKARTA - KONI Pusat mendukung kebijakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sehubungan adanya wacana pembatalan pelaksanaan PON Remaja di Jawa Tengah 2017. Namun, induk organisasi olahraga amatir ini meminta adanya evaluasi sebelum keputusan menghentikan PON Remaja yang disebut tidak jauh berbeda dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

"KONI Pusat mendukung kebijakan Kemenpora. Tetapi, kami meminta adanya evaluasi sebelum diputuskan PON Remaja dihentikan," kata Sekjen KONI Pusat, EF Hamidy di Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Menurut Hamidy, perlunya ada koordinasi karena perhelatan PON Remaja itu dilaksanakan lantaran hasil keputusan dari RAT KONI tahun 2010 pada era KONI/KOI dipimpin Rita Subowo.

"PON Remaja kan merupakan hasil keputusan RAT jadi pemerintah perlu melakukan koordinasi dengan memanggil KONI Pusat, KONI Provinsi, PB PON Remaja," katanya.

Selain itu, jelas Hamidy, pentingnya koordinasi terkait dengan adanya persiapan Panitia Besar (PB) PON Remaja yang telah dilakukan sejak dua tahun lalu terkait infrastruktur dan lainnya. Bahkan, atlet dari 34 provinsi telah melakukan Pelatda. "Ini kan terkait pertanggung jawaban anggaran yang telah digunakan untuk persiapan PB PON dan persiapan atlet setiap provinsi. Makanya, perlu ada koordinasi," katanya lagi.

Sebelumnya, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Gatot Dewa Broto mengatakan, Kemenpora bakal membatalkan pelaksanaan PON Remaja yang akan digelar di Jateng tahun 2017. Pertimbangannya, saat ini pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran akibat defisit APBN. Apalagi, Jateng juga menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) pada tahun yang sama.

"Keputusan akan dibatalkannya PON Remaja sesuai arahan Menpora (Imam Nahrawi). Kami sudah mempertimbangkan plus minus-nya antara memilih Popnas atau PON Remaja. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya kami memilih meniadakan PON Remaja," katanya.

Menurut Gatot, Popnas lebih diprioritaskan karena cabang olahraga yang dipertandingkan banyak digelar di event internasional. "Kalau PON Remaja tidak terlalu signifikan untuk ke jenjang selanjutnya. Jadi kami lebih prefer ke Popnas," ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata Gatot, Kemenpora akan mengirim surat pemberitahuan pembatalan PON Remaja kepada Gubernur Jateng dan KONI Pusat. Dengan demikian, KONI Pusat segera menginformasikan masalah ini kepada seluruh KONI provinsi di Indonesia agar menghentikan persiapan para atlet yang akan dikirim ke PON Remaja.

"Kami juga akan luncurkan surat ke gubernur terkait (Jateng) supaya persiapan untuk jadi tuan rumah tidak terlalu jauh. Mumpung masih segini (belum terlalu jauh)," ujarnya.Untuk meniadakan PON Remaja, kata Gatot, perlu prosedur yang dilalui dimana teknisnya ada di KONI Pusat dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). "Memang lewat RAT pembahasannya, itu mereka yang gelar. Yang jelas, kami harus pilih Popnas dibanding PON Remaja karena kami yang memfasilitasi nanti," ujarnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Non Olympic, Jawa Tengah, DKI Jakarta
wwwwww