Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  PON

Tapanuli Selatan Pilot Project Sapi Brahman Cross

Tapanuli Selatan Pilot Project Sapi Brahman Cross
Pihak Kementrian Pertanian Dari Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak bersama Koptan Berdikari, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan yang akan menerima bantuan ternak sapi Brahman Cross dari Pemerintah RI (antarasumut/kodir)
Jum'at, 14 Oktober 2016 12:07 WIB
SIPIROK - Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo akan mulai mengembangkan Sapi Brahman Cross, ternak asal Australia.


Namun ketersediaan ternak tersebut masih diwilayah terbatas. Tahun Anggaran 2016 Brahman Cross baru berjumlah 1.750 ekor di datangkan untuk  paket Sumatera I. Dimana paket wilayah itu meliputi Aceh, Sumatera Utara dan Riau. Jatah Brahman Cross paling besar di Sumatera Utara mencapai 1.100 ekor, sisanya 625 ekor lagi wilayah Aceh dan Riau.

Gungun Gunawa bagian Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak dari Kementrian Pertanian Dirjend Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) yang menyampaikan itu kepada ANTARA, di Sipirok, Kamis.

Untuk sapi indukan Brahman Cross, kata dia,  bisa mencapai bobot badan mencapai 300-350 Kilogram per ekornya. Sapi ini untuk pertama kali untuk dikembangkan di Indonesia.

"Berdasarkan hasil investigasi dan monitoring kementrian, geografis Sumut sangat berpotensi untuk pengembangan sapi tersebut," terang Gungun.

Menurut dia, dari ada 13 daerah Kabupaten yang mendapatkan bantuan ternak tersebut di Provinsi Sumatera Utara, salah satu diantaranya adalah wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

"Ada dua Kelompok Tani (Koptan) di Tapsel nantinya diberi bantuan sapi Brahman Cross dengan masing-masing kelompok mendapatkan 25 ekor sapi," kata Gungun.

Editor:Arif
Sumber:Antara Sumut
Kategori:Ekonomi, PON
wwwwww