Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
14 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
11 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
10 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Gara-gara Salah Paham, Sejumlah Warga Jalan Wortel Tampan Pekanbaru Saling Lapor Polisi

Gara-gara Salah Paham, Sejumlah Warga Jalan Wortel Tampan Pekanbaru Saling Lapor Polisi
Ilustrasi (internet)
Senin, 24 Oktober 2016 08:14 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Karena salah paham, sejumlah warga jalan Wortel, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau saling lapor Polisi, Minggu (23/10/2016) malam. Bahkan, salah seorang warga diduga memiliki senjata api (senpi).

Aksi saling lapor tersebut, bermula sekitar pukul 18.00 WIB, ketika Dm (18) memanggil adiknya yang sedang bermain di luar rumah dengan melambaikan tangan. Namun, tetangganya Dd, Dk dan Nr mengira mereka yang dipanggil dan langsung menghampiri Dm.

Namun, saat Dd menanyakan maksud korban Dm melambaikan tangan, tidak digubris Dm yang sedang mencuci sepeda motornya di depan rumah. Dd dan dua rekannya yang kesal langsung mencekik leher Dm dan mengeroyoknya.

Data yang dirangkum dari pihak kepolisian, Dm yang berhasil kabur, langsung masuk kedalam rumah dan mengambil sebilah pisau. Abng Dm yang mengetahui kejadian itu pun ikut keluar rumah dengan membawa senjata diduga senpi untuk menakuti Dd dan dua rekannya.

Dm kemudian membuat laporan ke Polsek Tampan terkait kasus penganiayaan dan pengeroyokan tersebut. Namun, Dd dan dua rekannya juga membuat laporan ke Polisi karena merasa terancam setelah Dm dan abangnya mengacungkan pisau dan senjata diduga senpi.

Kanit Reskrim Polsek Tampan, Iptu Eru Alsepa saat dikonfirmasi, Senin (24/10/2016) membenarkan adanya laporan terkait penganiayaan dan pengancaman tersebut. "Ada dua laporan, yang satu tetangganya membuat laporan terkait penganiayaan sedangkan yang menganiaya juga membuat laporan karena merasa diancam," ujar Eru.

"Saat ini kedua laporannya masih kita selidiki, kita juga minta keterangan sejumlah saksi termasuk hasil visum korban. Kasusnya kita proses dulu," pungkas Kanit.***

wwwwww