Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
15 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
10 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
9 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
10 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Joko Pramono: Kejurnas Remaja Ciptakan Pengganti Eko dan Yuni

Joko Pramono: Kejurnas Remaja Ciptakan Pengganti Eko dan Yuni
Joko Pramono. (Azhari/GoNews)
Sabtu, 29 Oktober 2016 20:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
CIBINONG - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Terbuka Satria Remaja sangat penting dalam upaya mencetak lifter berkualitas yang mampu meraih prestasi pada Olimpiade. Untuk itu, PB PABBSI, akan terus menjalankan Kejurnas Angkat Besi Satria Remaja sebanyak dua kali dalam setahun. 

Baca Juga: Kemenpora Apresiasi Tim Juara Umum Kejurnas Satria Remaja II

"Kejurnas Satria Remaja untuk mencari bibit-bibit potensial guna menjaga stok lifter yang akan diterbangkan ke pentas internasional," kata Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Joko Pramono yang ditemui usai acara penutupan kejurnas di Gelanggang Olahraga dan Kesenian Cibinong, Bogor, Sabtu (29/10/2016).

Namun sebelum menuju kancah tertingi, kata Joko, PB PABBSI akan menyeleksi peraih medali di Kejurnas Remaja untuk dimasukkan pada level berikutnya, yakni Kejuaraan Junior Angkat Besi.

Baca Juga: Peserta Kejurnas Angkat Besi Satria Remaja II Membludak

"Setelah Kejurnas Remaja, tahun depan kita juga akan adakan kejuaraan junior. Sama, setahun dua kali. Supaya yang di bawah bisa naik ke atas dan menggantikan posisi Eko dan Yuni," katanya.

Lifter Eko Yuli Irawan yang akrab dipanggil Eko dan Sri Wahyuni dengan nama akrab Yuni merupakan peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016.  

Menurut Joko, program tersebut sengaja digagas karena PABBSI sadar bahwa perlu adanya pengganti para Eko dan Yuni. "Perlu ada pengganti Eko dan Yuni yang dua atau tiga tahun lagi telah habis masa kejayaannya. Makanya, Satria Remaja ini dihadirkan," ujarnya.  

Jika program yang telah disusun berjalan secara berjenjang, kata Joko, stok lifter untuk dikirimkan ke level internasional akan mudah dicarinya. Dan, dia yakin, program yang bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu berpeluang untuk menyabet emas pada Olimpiade Tokyo 2020. 

"Kita telah tertinggal dengan Vietnam dan Thailand. Mereka sudah emas di Olimpiade tapi kita belum. Insya Allah, Eko dkk serta adik-adiknya bisa dapat emas (Olimpiade 2020 -Red)," ujarnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Jawa Barat, DKI Jakarta, Non Olympic, Voli, Badminton
wwwwww