Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Presiden Jokowi Undang MUI, NU, dan Muhammadiyah ke Istana, Kemungkinan Bahas Aksi Demo 4 November

Presiden Jokowi Undang MUI, NU, dan Muhammadiyah ke Istana, Kemungkinan Bahas Aksi Demo 4 November
Keterangan pers dari MUI, usai menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana. (foto: Okezone)
Rabu, 02 November 2016 00:55 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam ke Istana Negara, Selasa, 1 November 2016. Beberapa ormas yang diundang adalah Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia.

"Ya, betul. Inisiatif itu dari Presiden, yang mengundang ormas-ormas," kata Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, seperti yang dikutip GoNews.co dari Tempo, Selasa, 1 November 2016.

Meski belum dipastikan, Amir mengatakan pertemuan itu bisa jadi membahas aksi demonstrasi besar yang akan dilakukan pada 4 November 2016, terkait dengan kasus dugaan penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Amir menilai aksi demonstrasi itu sebagai aksi damai yang dilakukan oleh para masyarakat. Ia yakin aksi tersebut akan berjalan dengan damai asalkan tak ada provokasi. Ia juga mengimbau agar petugas kepolisian yang berjaga tidak ikut memprovokasi.

"Kami menekankan kepada aparat penegak hukum, bisa melihat mana yang damai dan mana yang enggak damai tindakan anarkistis itu," kata Amir.

Amir mengatakan MUI secara lembaga tidak terlibat dalam aksi demo tersebut. Namun, secara personal, kata dia, tidak ada larangan untuk mengikuti aksi itu. Ia pun berencana mengikuti aksi tersebut. "Insya Allah," kata dia.

Rencananya, ribuan orang dari berbagai organisasi yang dipimpin Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar unjuk rasa kedua kalinya di Balai Kota DKI Jakarta dan sejumlah daerah lain di Tanah Air. Mereka mendesak aparat keamanan memproses hukum pernyataan Ahok yang dianggap menistakan agama saat menyitir Surat Al-Maidah ayat 51 dalam pidatonya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Tempo.co
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww