Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  PON
Demo Ahok di Lhokseumawe

Mahasiswa Aceh: Kami Butuh Supremasi Hukum terhadap Ahok

Mahasiswa Aceh: Kami Butuh Supremasi Hukum terhadap Ahok
Mahasiswa IAIN Malikussaleh gelar aksi di Tugu Rencong Kota Lhokseumawe, Jumat (4/11/2016). [Sarina]
Jum'at, 04 November 2016 11:26 WIB
Penulis: Sarina
LHOKSEUMAWE - Sekitar 250 mahasiswa dari IAIN Malikussaleh, Unimal dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menggelar aksi menuntut Polri untuk segera memenjarakan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Aksi berlangsung di Tugu Rencong, Kota Lhokseumawe, Jumat (4/11/2016).

Koordinator Aksi Fakhrurrazi mengatakan, beberapa minggu lalu pihaknya sudah pernah menggelar aksi untuk mendesak agar mempercepat penangkapan Ahok, karena menurutnya hal ini seakan diulur-ulur oleh penegak hukum, maka digelar aksi untuk kedua.

“Gelar perkara kenapa diperlambat oleh pemerintah, sudah saatnya gelar perkara secara hukum itu ditindak, dan Ahok seharusnya sudah bisa ditahan. Tapi, kenapa sampai sekarang tidak ditahan, siapa yang melindungi Ahok,” ungkap Fakhrurrazi.

Fakhrurrazi juga menambahkan, jika delik kasus yang sudah jelas, namun tidak segera dituntaskan sesuai dengan aturan yang ada, pihaknya meminta agar Aceh dipisahkan saja dari NKRI.

”Hukum ya hukum, jika orang besar seperti itu tidak ditahan maka ini akan jadi bumerang, dan sama juga dengan memecah belahkan bangsa, berarti pemimpin sendiri yang tidak ingin bangsa Indonesia bersatu, semua ini menyebabkan gaduh, ekonomi melambat, sosial bentrok, dan akan berefek luas,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan, jika memang hal ini tidak juga terselesaikan mahasiswa akan melanjutkan aksi-aksi lain, dan akan menuntut referendum di Aceh, karena Indonesia berawal dari agama Islam, dan sebagian besar penduduknya mayoritas Islam.

“Minoritas menghina mayoritas itu pemerintah tidak ditangkap, tapi ketika sebaliknya agama nonmuslim yang dihina langsung ditindas,” tutup Fakhrurrazi.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww