Mahasiswa Aceh: Kami Butuh Supremasi Hukum terhadap Ahok
![]() |
| Mahasiswa IAIN Malikussaleh gelar aksi di Tugu Rencong Kota Lhokseumawe, Jumat (4/11/2016). [Sarina] |
Penulis: Sarina
Koordinator Aksi Fakhrurrazi mengatakan, beberapa minggu lalu pihaknya sudah pernah menggelar aksi untuk mendesak agar mempercepat penangkapan Ahok, karena menurutnya hal ini seakan diulur-ulur oleh penegak hukum, maka digelar aksi untuk kedua.
“Gelar perkara kenapa diperlambat oleh pemerintah, sudah saatnya gelar perkara secara hukum itu ditindak, dan Ahok seharusnya sudah bisa ditahan. Tapi, kenapa sampai sekarang tidak ditahan, siapa yang melindungi Ahok,” ungkap Fakhrurrazi.
Fakhrurrazi juga menambahkan, jika delik kasus yang sudah jelas, namun tidak segera dituntaskan sesuai dengan aturan yang ada, pihaknya meminta agar Aceh dipisahkan saja dari NKRI.
”Hukum ya hukum, jika orang besar seperti itu tidak ditahan maka ini akan jadi bumerang, dan sama juga dengan memecah belahkan bangsa, berarti pemimpin sendiri yang tidak ingin bangsa Indonesia bersatu, semua ini menyebabkan gaduh, ekonomi melambat, sosial bentrok, dan akan berefek luas,” tegasnya.
Dia juga menyebutkan, jika memang hal ini tidak juga terselesaikan mahasiswa akan melanjutkan aksi-aksi lain, dan akan menuntut referendum di Aceh, karena Indonesia berawal dari agama Islam, dan sebagian besar penduduknya mayoritas Islam.
“Minoritas menghina mayoritas itu pemerintah tidak ditangkap, tapi ketika sebaliknya agama nonmuslim yang dihina langsung ditindas,” tutup Fakhrurrazi.
| Editor | : | Kamal Usandi |
| Kategori | : | PON |













