Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  PON

Waspadalah...Penyakit Masyarakat Semkin Menjadi Akibat Kemajuan Teknologi

Waspadalah...Penyakit Masyarakat Semkin Menjadi Akibat Kemajuan Teknologi
Suasana sosialisasi pemberantasan penyakit masyarakat di Kota Padang. (Humas)
Rabu, 09 November 2016 05:45 WIB

PADANG - Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesra menggelar Sosialisasi Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat), demi mewujudkan seluruh masyarakat Kota Padang yang lebih religius. Walikota diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Bambang Sutrisno membuka kegiatan yang dilangsungkan di Gedung LKKS Sumbar itu, Selasa (8/11/2016).

Bambang mengatakan, dalam pemberantasan Pekat ini diharapkan pemerintah bersama aparat dan seluruh elemen masyarakat dapat saling bersatu dan bahu membahu. Dimana pemicu Pekat itu ada banyak hal, seperti lemahnya penghayatan keagamaan, pendidikan masyarakat yang masih rendah, tingkat kesejahteraan yang minim serta faktor biologis dikarenakan masih banyaknya pengangguran.

“Apalagi di samping dari kemajuan teknologi informasi, ternyata juga bisa diselewengkan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang menyebabkan Pekat semakin kompleks dan bervariasi modusnya. Maka itu, mari kita bersama mencari solusi yang terbaik dan membulatkan tekad dalam memberantas Pekat ini ke depan,” imbau Bambang kepada peserta sosialisasi yang terdiri dari perwakilan lembaga adat, berbagai organisasi masyarakat (ormas) se-Kota Padang itu.

Menurut Bambang, terkait teknologi informasi melalui layanan internet juga telah memudahkan masyarakat seperti melakukan perjudian, prostitusi, porno aksi dan hal negatif lainnya. Menyikapi itu, pemerintah memang tidak bisa bekerja sendirian dan membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat.

“Semoga, selouruh peserta sosialisasi kali ini dapat menyosialisasikan kepada masyarakat dalam mengurangi Pekat di lingkupnya masing-masing. Sehingga masyarakat betul-betul terdeteksi sedini mungkin dan senantiasa menjaga diri agar terhindar dari berbagai jenis Pekat tersebut,” harapnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Fitri Abu Hasan menyampaikan, tujuan inti sosialisasi tersebut demi meningkatkan pengetahuan masyarakat akan jenis Pekat dan cara penanggulangannya. Sebagaimana para nara sumber memberikan beberapa materi antara lain, dampak penyakit masyarakat bagi pembangunan kota, motivasi religius, lalu penyakit masyarakat dalam pandangan islam dan peranan Polda dalam penanganan Pekat serta pencegahan Pekat berbasis keluarga dan keumatan.

“Semoga sosialisasi Pekat tersebut mencapai sasaran yang diinginkan. Sehingga itu Pekat mutlak menjadi musuh kita bersama demi mewujudkan masyarakat Kota Padang yang berakhlak mulia,” imbuh Fitri. (David/Bustam/Faisal)

Editor:Calva
Kategori:PON
wwwwww