Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton
Laporan Khusus dari Arena Konggres PSSI 2016

Diusir Dari Arena Konggres, Djohar Arifin Anggap Ada Usaha Dendam

Diusir Dari Arena Konggres, Djohar Arifin Anggap Ada Usaha Dendam
Djohar Arifin saat setelah diusir dari ruang Konggres PSSI. (istimewa)
Kamis, 10 November 2016 13:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Salah satu kandidtat ketua umum PSSI, Djohar Arifin, diusir dari tempat Kongres PSSI. Dia menyebut ada upaya balas dendam dan usaha tidak baik.Awal pengusiran Djohar dari Hotel Mercure kawasan Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/11/2016) siang WIB, berawal saat agenda penghapusan pengenaan sanksi kepada perorangan/ klub.

Usulan dari Persebo Bondowoso dan Madura United untuk mengadakan voting atas agenda itu ditanggapi forum. Hasilnya, ada 84 pemilik suara yang menolak agenda pengampunan, 14 setuju, tujuh abstain.

Di luar ballroom kongres, Djohar pun memberikan penjelasan mengenai hal ini."Sebenarnya kami sudah diputihkan sejak kongres sebelumnya pada 3 Agustus lalu. Ini tak perlu lagi dibicarakan lagi di sini. Saya tidak tahu kesalahan saya apa. Pada bulan Juni saya mendekati pemerintah untuk menyelamatkan kepengurusan baru PSSI yang baru terbentuk," kata Djohar dengan mata berkacata-kaca kepada pewarta.

"Saya tidak tahu salah apa, karena itu saya heran kenapa ada sanksi. Tapi, mereka disadari oleh Pak Nyalla cs. bahwa itu sudah dicabut Agustus lalu. Ini dimunculkan lagi, saya melihat ada usaha-usaha dendam, usaha-usaha tidak baik.

"Pada masa kami, PSSI sudah menunjukkan bunga-bunganya. Prestasi pemain remaja sudah menunjukkan prestasi, kita sudah rujuk dengan Eropa. Mereka sudah 20 tahun lebih tak mau datang ke Indonesia, setelah saya bertemu Platini ada banyak tim Eropa datang ke Indonesia.

"Ini banyak konsekuensinya. Jadi komite pemilihan yang sudah membuat keputusan itu bisa ditinjau. Secara hukum kongres ini menjadi tanda tanya," tambahnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Voli, Non Olympic, Olympic, PON, Badminton
wwwwww