Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
14 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Laporan Khusus dari Arena Konggres PSSI 2016

Ini Alasan Pengusiran Djohar Dkk dari Area Konggres PSSI

Ini Alasan Pengusiran Djohar Dkk dari Area Konggres PSSI
Suasana Konggres PSSI di Mercure Ancol. (foto: Muslikhin/GoNews)
Kamis, 10 November 2016 13:50 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Suasana Kongres PSSI mulai memanas. Para voter menolak salah satu agenda kongres nomor 7 tentang penghapusan pengenaan sanksi kepada perorangan.

Kejadian bermula ketika Plt Ketum PSSI, Hinca Pandjaitan, membacakan agenda-agenda kongres, salah satunya nomor 7 tersebut.

Hinca mencoba menjelaskan bahwa agenda ini sudah sesuai keputusan Rapat Komite Eksekutif PSSI di Solo beberapa waktu lalu, sehingga di kongres hari ini tinggal pengesahan saja.

Namun tiba-tiba ada penolakan dari salah satu voter, Haruna Soemitro. Dia meminta agar agenda tersebut tidak dibahas di kongres kali ini, dan ditunda sampai kepengurusan baru.

"Kami memang menjunjung tinggi prinsip sportivitas dan persatuan. Tapi lebih baik, penghapusan sanksi dilakukan ketika di pengurus baru," kata Haruna.

Hinca pun akhirnya memutuskan melakukan voting terhadap 105 voter. Dengan menggunakan kartu merah (tidak setuju) dan kartu hijau (setuju), hasilnya, 84 peserta tidak setuju dan 14 setuju.

Keputusan tersebut membuat orang-orang yang (pernah) berstatus terhukum yang datang ke dalam arena kongres harus dikeluarkan dari ruangan. Mereka adalah Djohar Arifin, Sihar Sitorus, dan Bob Hippy serta beberapa anggota Exco terhukum di era kepengurusan lama.

"Maka ada konsekuensinya, karena peserta tidak setuju. Klub/orang yang terhukum tidak berhak berada di dalam di sini," katanya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Non Olympic, Olympic, PON
wwwwww