Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
17 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
11 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
12 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
19 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Terkait Bela Islam Jilid III, Hidayat Nur Wahid: Indonesia Negara Demokrasi, Siapapun Boleh Menyelenggarakan Demonstrasi

Terkait Bela Islam Jilid III, Hidayat Nur Wahid: Indonesia Negara Demokrasi, Siapapun Boleh Menyelenggarakan Demonstrasi
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. (foto: dok Humas Kemenpar)
Minggu, 13 November 2016 18:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menjawab pertanyaan puluhan wartawan soal rencana aksi pada 19 November dan 25 November yang dilakukan oleh dua kelompok yang berbeda, Wakil Ketua MPR menegaskan, tidak ada yang melarang dan tidak masalah.

"Tak ada masalah, ini negara demokarasi,"ujarnya, Minggu (13/11/2016) di Bekasi Jawa Barat.

Menurutnya, Indonesia adalah negara demokrasi, siapapun boleh menyelenggarakan demonstrasi. Meski demikian dirinya tetap mengimbau agar demonstrasi dilakukan dengan Santun, tidak anarkhis dan melanggar hukum.

"Demonstrasi besar-besaran yang kemarin terjadi bukan main-main. Mereka ingin menegakan hukum. Karena kasus menistakan Al Quran merupakan suatu hal yang serius," tambahnya.

Untuk itu, katanya, demo 25 November yang akan digelar tidak disikapi dengan mengkompori, memanas-manasi, menginfiltrasi apalagi menungganginya. ***

wwwwww