Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
20 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
18 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  PON

Direktur RSUD Meraxa Klarifikasi Tudingan Petugas Bersikap Kasar

Direktur RSUD Meraxa Klarifikasi Tudingan Petugas Bersikap Kasar
Direktur RSUD Meuraxa, Syahrul
Senin, 14 November 2016 20:21 WIB
Penulis: Safdar

BANDA ACEH – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meraxa Banda Aceh menyesalkan pemberitaan pada sebuah media online yang menyudutkan pihak rumah sakit tersebut dalam memberi pelayanan kepada pasien beberapa hari lalu. Berita itu dinilai tidak berimbang karena tidak memuat penjelasan dari pihak rumah sakit.

Direktur RSUD Meuraxa, Syahrul, mengatakan, akibat berita tersebut petugas rumah sakit menjadi tidak nyaman dalam melayani pasien. Petugas dituding bersikap kasar dengan berkata kotor dan mengusir pasien. Berita itu jadi heboh di media social.

"Setelah kami dengar ada pemberitaan tersebut saya buka link media itu, sekitar jam dua belas kemarin, saya kerumah sakit. Saya panggil dokter jaga dan satpam yang piket dihari itu,” katanya kepada GoAceh, Senin (14/11/2016).

Ia pun menanyakan perihal kejadian tersebut. Saat itu, pasien memang sangat banyak, sehingga ranjang pasien di IGD penuh semua. “Tiba-tiba datang seorang mengantar pasien dan menanyakan kepada petugas apa ada bed yang kosong. Padahal Dia melihat sendiri kalau bed penuh. Kemudian Ia mempertanyakan kepada petugas, bagaimana kok penuh sekali,” jelasnya.

Petugas mengatakan memang kalau sore pasiennya banyak dan kemudian menyuruh agar pasien untuk menunggu sesaat, karena sudah diperiksa tidak terlalu darurat. "Pertama pengantar ini bersikap baik, kemudian mulai mengamuk dan marah-marah. Ia mengancam lapor ke wartawan. Kemudian salah seorang pengantar lainnya mulai memaki maki dengan kata-kata kotor,” kata Syahrul.

Ia menyebutkan, saat itu petugas tidak membalas dan mencoba menenangkannya. “Karena sekitar delapan ratus orang petugas ini sudah kami latih dalam menghadapi situasi dan kondisi pasien. Dan ternyata pengantar yang memaki-maki itu bukan dari keluarga pasien juga. Kami sudah cek ke RS Fakinah, kepada dokter di sana, dan pasien juga mengaku itu bukan keluarganya. Tindakan tersebut membuat pasien malu dan minta maaf atas pemberitaan ini,” katanya.

Editor:TAM
Kategori:PON
wwwwww